
Catatan : Richard, Akb
Apapun jenis organisasinya, baik bernuansa politis, maupun tidak ,
Pasti ada gonjang ganjing siapa yang cocok duduk mengisi pucuk pimpinannya.
Jangan heran, tidak hanya sepak terjangnya yang dikaji diberbagai organisasi dimana dia berada malah sampai ke masalah privatpun tak luput dari telaah berbagai pihak.
Begitu hebatnya untuk memilih seorang pemimpin yang betul betul kredibel atau dipercaya.
Meskipun yang akan dipilih hanya dalam suatu pengurus organisasi, tetapi masyarakat secara terbuka turut pula membahas masalah ini di berbagai tempat, apakah di warung warung pojok, kantor kantor atau dimana saja ..
Apalagi sebuah organisasi besar yang bernuansa adat istiadat. Yang akan mengurus berbagai permasalahan anak kemenakan, kaum dan sebagainya , serta harta pusako, dll.
Masyarakat punya harapan besar terhadap keberadaan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minang Kabau ( LKAAM).
Karena ini salah satu lembaga sosil yang punya beban moril sangat besar, tidak hanya membina, tentang anak kemenakan, harto pusako, adat istiadat, tetapi eksistensinya sangat urgen, baik sebagai mitra di pemerintahan, maupun turut mengisi pembangunan
Yang tepat sasaran, melalui urung rembug yang baik dan berkelas.
Setiap organisasi yang aka mengisi kepengurusannya tentu harus sesuai dengan suara orang orang yang akan dipimpinnya (anggotanya) yang tersebar di 11 kecamatan, yang terdiri dari kaum adat atau Ninik mamak yang berhak memilih setelah mendengar suara suara dari yang diwakilinya .
Intervensi dari pihak luar / luar LKAAM , bisa saja terjadi, untuk kepentingan sesaat.
Tetapi yang lebih baik tentu pemilihan pengurusnya betul betul sesuai dengan kehendak yang murni dari dalam organisasi LKAAM itu sendiri.
Hasilnya akan lebih mulus, dan terhindar dari gonjong ganjing setelah pemilihan selesai.
Pengurus terpilih harus orang orang yang teruji, paham dengan organisasi yang dipimpinnya, pandai berorganisasi, kerjasama bagus, berpengalaman di bidangnya, loyal kepada organisasi, bisa menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga sosial, pemerintahan dan yang positif lainnya.
Harus “belajar” banyak kepada LKAAM Sumbar, yang mampu mengangkat citra LKAAM dengan berbagai aktifitas positinya.
Sehingga LKAAM tidak hanya sekedar plang merek, tetapi peran dan aktifitasnya menggema ke seantero bumi, khususnya Sumbar.
Bola panas pasti ada, tetapi disitu pulalah eksistensi dan kekuatan lembaga ini diuji,
Ada beberapa bakal calon, yang akan memimpin LKAAM Padang lima tahun mendatang, seperti Syahril Ulbi Datuak Bagindo Rajo, Hendri Yazid Datuak Rajo Diguci, Irwan Basir Datuk Rajo Alam dan Rusli Rajo Mahmud. Selanjutnya, ada nama diapungkan, Musda Firman Datuak Rajo Diguci, Herman B Datuak Ibrahim dan Andree Harmadi Algamar Datuak Sangguno Dirajo dan lainnya.
Terlihat beberapa kali pertemuan sudah dibahas tata tertib maupun persiapan lainnya,
Musda nanti diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan sukses sesuai mekanisme dan aturan berlaku serta betul betul suara para Ninik mamak se kota Padang.
Untuk tata tertib pemilihan , seluruh Ketua LKAAM Kota Padang dan Ketua KAN se-Kota Padang sudah bertemu dan berdialog membahas rancangan tata tertib (Tatib) Musda.
untuk pencalonan Ketua LKAAM Kota Padang diusulkan empat LKAAM atau dua KAN yang ada di Kota Padang.
Sementara untuk pemilihan, masing-masing LKAAM dan KAN se-Kota Padang memberikan satu suaranya. Ditambah, satu suara masing-masing berasal dari LKAAM Sumbar, LKAAM Kota Padang dan Forum Komunikasi Kerapatan Adat 9 Nagari.
Semoga sukses Musdanya 16 September 2026, di Balkot Padang.


