
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai karya seniman. Peradaban maju, ketika syair, lagu, lukisan dan tarian dihargai setinggi gedung pencakar langit. Kekuatan bangsa, bukan hanya di ekonomi, tapi juga di apresiasi pada karya seniman
Kata bijak itu, menunjukkan betapa tinggi perhatian negara, pemerintah terhadap seniman. Berkat karya besar, bisa mengharumkan nama bangsa dan pemerintah daerah di mata dunia internasional. Apalagi, karya itu membooming, membahana dan menggetarkan dunia
Salah satu karya besar ‘Anak Nagari’ yang menggetarkan industri musik internasional Lagu Minang ‘Ratok Pasaman’. Lagu berkisah cinta sang pencipta, legenda hidup Syamsir Pulungan, viral di media sosial. Baik itu, Tik Tok, Youtoube maupun Instagram.
Bahkan, dibawakan dalam berbagai jenis musik. Namun, tak mengurangi kemerduan dan keindahan lagu itu. Malah, semakin enak didengar dan bikin kepala bergoyang mengiringi musik dan lirik. Pantas saja, penyanyi top dunia, ingin membawakan langsung lagu yang populer berbagai kalangan itu
Buktinya, lagu yang sering dilantunkan pada berbagai acara itu, baik pesta pernikahan, pesta ulang tahun, acara hari kebesaran maupun terdengar syahdu kafe kafe live musik itu, juga pernah direkam penyanyi Australia tahun 2019. Bahkan, sempat viral dan booming di negeri Kangguru itu.
Bangsa lain saja, menghargai karya anak bangsa, kenapa kita tidak menghargai karya anak bangsa sendiri. Melihat viral dan menyalanya lagu Ratok Pasaman diblantika musik dunia.
Sepantasnya Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat serta Pemerintah Daerah Provinsi Sumbar, memberikan apresiasi dan penghargaan. Dengan penghargaan itu, akan memacu kreatifitas para seniman lagu untuk bergairah berkarya
Sekilas Lagu Ratok Pasaman dan Sang Pencipta.
Bagi seniman Minang, nama Syamsir Pulungan sudah tak asing lagi. Pencipta papan atas lagu Minang ini, sudah melahirkan ratusan karya terbaiknya. Termasuk Ratok Pasaman. Bahkan lagu ini, menjadi lagu lagu wajib, tak pernah absen berkumandang di alek-alek Rang Minang. Cengkok melayu statis, hentakan irama dinamis, memiliki daya magis, sehingga menghinotis para peminatnya untuk bergoyang bersama-sama.
Bagi Syamsir Pulungan yang akrab disapa mamak itu, lagu satu ini punya kesan sangat mendalam dalam perjalanan hidupnya. Menurutnya, lirik lagu Ratok Pasaman bermuatan ikatan janji (ikrar) dirinya dengan istri tercinta. Ia terilhami saat pulang ke kampung sang istri di Talu. Di sinilah, tercipta lagu Ratok Pasaman, menggambarkan dua hati yang tengah mengikat janji.
Pada salah satu bait lagu tersebut, ada ikatan ikrar Syamsir dengan istrinya, yakni “bajanji arek bakato bana”. Sampai sekarang, ungkap seniman low profile dan mudah bergaul tersebut, ikatan ikrar itu tetap tertepati dan “bajanji arek bakato bana” benar-benar dipegang teguh dalam menjalani kehidupan berumah tangga.
Penulis Novri Investigasi


