
Harum baunyo si Bungo Mawar
Tasabuik juo Bungo Dahlia
Tumbuh sarumpun jo Batang Palam
Juara Umum Porprov Sumbar
Tanpa madali ameh sepakbola
Cando sayua Indak ba garam
Gebyar Pekan Olahraga Provinsi Sumbar (Porprov) sudah bergema. Dulu bernama Porda, rencana akan dibuka 2 Oktober dan ditutup 14 Oktober 2026. Sempat hilang tanpa kabar berita, Porprov mempertandingkan 52 cabang olahraga, total 1.048 nomor pertandingan
Bertema ‘Mengembalikan Kompetensi, Memperkuat Pembinaan dan Menggerakkan Daerah, Porprov 2026 ini berbeda. Sebab, menjadi tuan rumah bersama. Tak usah tanya, walau silaturahmi sesama atlit kurang terjaga. Karena, terpisah jarak penyelenggaraan
Mempersingkat cerita, kita fokus cabang sepakbola. Kenapa! Karena juara umum tanpa medali sepakbola terasa hambar. Medali sepakbola merupakan stigma fenomena psikologis yang sangat kuat dalam dunia olahraga. Ya, gengsi sepakbola lebih tinggi dibanding cabang lain.
Apalagi, sebuah pernyataan indah menyertai medali sepakbola sebagai ibu dari seluruh medali. Juara umum tanpa mengawinkan emas sepakbola, menyisakan ruang kosong dalam perayaan. Sebab, sepakbola diistimewakan, sebagai laga terakhir untuk penutupan. Walau menyedian satu emas, tapi diperebutkan untuk acara penutupan
Juara Umum Kota Padang, Terasa Hambar Tanpa Medali Sepakbola
Lalu, bagaima sepakbola di Porprov Sumbar dulu bernama Porda. Cerita menarik dikupas, karena jarang bersanding, juara umum tanpa medali sepakbola. Kota Padang langganan juara umum, namun terasa mahal medali sepakbola. Bahkan, sudah 39 tahun tak pernah merasakan medali emas cabor paling bergengsi itu.
Apalah artinya juara umum, tapi saat penutupan hanya menjadi penonton final sepakbola. Sepertinya, bagi Kota Padang, gudangnya atlit, nama besar legenda PSP Padang, medali emas terasa mahal. Menjadi pertanyaan, akankah puasa gelar terus berlanjut atau dahaga gelar berakhir pada Porprov 2026 ini.
Ini menjadi tantangan tersendiri bagi Mastilizal Aye, SH, Ketua PSSI Padang. Marwah sepakbola berada dalam genggamannya. Sekaligus membuktikan diri, kinerjanya membangkitkan kompetisi lama mati suri, semakin manis sukses memutus rantai kegagalan selama 39 tahun
Diakui, ada tantangan berat menuju impian, disebabkan regulasi usia pemain U-19 dan berstatus amatir. Bukan tanpa tujuan, tapi berjenjang dan berkelanjutan untuk persiapan Porwil 2027, usia pemain 20 tahun dan PON 2028 usia pemain 21 tahun.
Namun, ini menjadi tantangan tersendiri bagi Aye untuk mempersiapkan tim. Memang gema persiapan tim belum membahana. Tapi, kita yakin, proyek ini sudah dipersiapkan jauh hari.
Karena, tantangan besar menghadang didepan mata, memecahkan kebuntuan dan mengakhiri puasa gelar 39 tahun. Lalu, bagaimana dengan materi pemain sesuai regulasi. Kita kupas edisi berikutnya. Bersambung
Penulis
Novri Investigasi


