
Usah dipaliharo kato duto
Elok paarek janji di ungkai
Dek banjir juo nan malendo
Rusak jambatan Koto Pulai
Kok lai samo manyubarang
Sabiduak Kito badayuang sampan
Kini warga maraso sanang
Jambatan gantuang dikarajoan PT. Arifan
Nan hilang usah dicari
Cando jawih lapeh pangabek
BPJN Sumbar nan paduli
Jambatan salasai ekonomi maningkek
Derita panjang menghantui warga, pasca rusaknya jembatan gantung Koto Pulai, akibat banjir ‘malendo’ nagari Maret 2024 lalu. Transportasi putus, perekonomian tergerus, segala persoalan susah diurus, akibat jembatan putus
Secercah harapan membias dihati warga. Sebab, jembatan rusak itu sudah dikerjakan. Bahkan peletakkan batu pertama langsung diresmikan Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni. Harapan pun tertitipkan Hendrajoni kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumbar (BPJN) agar pekerjaan dikebut, karena menjadi urat perekonomian
Gayung bersambut, kata berjawab, harapan Bupati disambut PPK Satker PJN II, BPJN Sumbar, Yan Purwandi, saat peletakkan batu pertama itu. Ia pun berharap pembangunan jembatan ini, berjalan lancar, sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat
Bakal Selesai Tepat Waktu dan Mutu
Harapan pun selaras dengan CV. Arifan yang mengerjakan jembatan gantung Koto Pulai Kambang, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Tekat pun tertanam, bisa menyelesaikan pekerjaan, tepat waktu dan mutu. Itupun dibuktikan pekerjaan di lapangan.
Bukan sekedar janji, tapi ingin memberikan bukti. Proyek dibawah tanggungjawab BPJN Sumbar, Satker PJN Wilayah Sumbar, PPK 2.3 berjalan lancar dan sesuai harapan, meski harus menghadang curah hujan tinggu. Sekarang ABT sudah selesai dikerjakan.
Rangka bajapun sudah ada dilokasi proyek senilai Rp5.848.954.000,00, masa pelaksanaan 240 hari kalender, sumber dana APBN, anggaran 2026. Sehingga, diyakini, proyek bernomor kontrak EP.01/KKM04TBX5K3QYFOKCA615C2H, tanggal kontrak 09 April 2026, lebih cepat selesai dari yang direncanakan, tanpa mengabaikan mutu dan kualitas
Keyakinan ini pun diungkap Jhoni Azhar. Kata sosok yang dekat dengan kalangan media, pekerjaan akan cepat selesai. Alasannya, ABT siap, rangka bajapun sudah dilokasi.”Insya Allah, pekerjaan bisa diselesaikan cepat, sehingga bisa dimanfaatkan warga,” ungkapnya via WA.
Dengan selesainya jembatan Gantung Koto Pulai, menggunakan rangka baja tipe rigid dengan panjang bentang mencapai 80 meter ini, segera dimanfaatkan masyarakat. Sebab, jembatan itu merupakan konektifitas wilayah untuk memperkuat jaringan jalan dan mengurangi keterisoliran antar nagari.
Lebih dari itu, keberadaan infrastruktur sangat penting, sebab menjadi urat nadi perekonomian. Juga menunjang aktifitas masyarakat, baik sektor pertanian, pendidikan hingga pelayanan kesehatan
Penulis
Novri Investigasi
Wartawan Utama


