
PARIAMAN, INVESTIGASI_Grand final cabang olahraga sepakbola Pekan Olahraga Provinsi (Porprav) Sumbar, berlangsung ricuh. Laga yang dimenangkan Kota Payakumbuh, saat menghadapi Kabupaten Tanah, terjadi adegan memalukan. Laga itu, menodai Porprov yang mulai bangkit, setelah sempat vakum selama 8 tahun

Peristiwa melukai sportifitas itu, menuai respon
PSSI Sumatera Barat dan akan memberikan sangsi berat,
PSSI Sumatera Barat akan mengambil tindakan tegas. Bahkan, siap memberikan sangsi berat, terjadinya kericuhan dalam laga grand final cabor sepak bola Porprov XVI itu
Ini terungkap dari pernyataan Technical Delegate Yulius Dede. Katanya, sesuai regulasi dan statuta PSSI tahun 2025, kode disiplin untuk menegakkan fair play dan pembinaan, khususnya laga final antara Sawahlunto versus Payakumbuh.
Pengawas pertandingan (matchom) wajib membuat laporan kejadian insiden yang terjadi.
Panitia disiplin (Pandis) membuat laporan peristiwa dan kronologis kejadian di lapangan
Yulius Dede, juga mengatakan, aturan harus di tegaskan. Tidak bisa pemain sesuka hatinya melakukan tindakan di luar konteks sepak bola, “Siapa pun akan kita tidak tegas dan kami masih menunggu laporan dan bukti bukti dari pihak matchom dan pihak Pandis,” katanya
Senada juga disampaikan Ketua PSSI Sumatera Barat Indra Datuak Rajo Lelo SH MM yang turut menyaksikan laga grand final cabang olahraga sepak bola tersebut. Ia mengatakan, ini masuk ke ranah Pandis. Harus dilaporkan delik kronologis dan Pandis memberikan hukuman terhadap pemain yang terlibat kerusuha.” Sepakbola memiliki aturan yang baku, tanpa pandang bulu,” katanya
Indra Datuak Rajo LeLo SH MM, menyesali sikap oknum pemain yang tidak menunjukkan sportifitas. Ini akan jadi bahan evaluasi buat panitia pelaksana cabor sepak bola. “Dan, secepatnya mengambil sikap tindakan tegas dalam menjatuhkan sanksi,” pungkas anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat tersebut.
Laga pamungkas Cabor sepak bola Porprov XV antara Payakumbuh versus Sawahlunto di Stadion Utama Gelora Sikabu Padang Pariaman, sempat ricuh di menit extra time, setelah laga di waktu normal 45 menit kali 2, bermain imbang 1-1.
Laga yang awalnya cukup menarik dan memberikan tontonan sepak bola berkualitas, dinodai tindakan di luar batas konteks sepak bola.
“Kita tunggu sangsi apa yang akan diberikan PSSI Sumatera Barat dalam menyikapi laga grand final Porprov XVI cabor sepak bola Porprov XVI 2026.
Jetar


