
“Pencitraan politik adalah sebuah upaya yang mengedepan citra. Tujuannya untuk memperkuat kedudukan atau jabatan, demi mendapatkan dukungan dari masa. Pencitraan tak didasari dengan kerja nyata atau hasil yang substansif. Tapi, hanya dari tampilan luar”
Politik pencitraan yang terjadi selama ini, hanya sekedar mendulang suara saja. Demi tujuan agar dipilih rakyat untuk meraih kekuasaan dan jabatan. Namun, politik pecintraan ini, bisa berujung fatal. Dan, ada bahaya terselubung yang harus disadari pemilih. Sebab, bagusnya penampilan dan manisnya rayuan, tak diiringi kerja nyata. Sehingga, kesejahteraan yang dijanjikan kepada warga tak akan pernah tercapai
Kesuksesan blusukan ketempat kumuh, masuk got dan menyapu jalan memang menghasilkan pencitraan yang bagus. Mendatangi rumah warga, berbagai dalih, seperti subuh mubarakah, cara terbaik menarik simpatik masyarakat. Tapi, apa yang dilakukan sekedar pencitraan semata. Sekarang, masyarakat sudah cerdas dan bisa menilai.
Mana yang benar benar kerja nyata atau sekedar pencitraan saja. Sehingga pemberitaannya, terkesan manis diberbagai media. Kesimpulannya, politik pencitraan hanya menonjolkan tampilan luar. Dan, politik pencitraan ini sangat mudah terungkap, sebab tanpa diiringi ketulusan dan dibarengi kerja nyata. Kalaupun sudah memperoleh jabatan dan kekuasaan, janji manispun bakal terlupakan.
Andre Rosiade Merubah Stigma ‘Topeng Politik Pencitraan’
Andre Rosiade, bak ‘Malaikat tak Bersayap’ yang turun ke bumi, merubah stigma politik pencitraan itu. Anggota DPR RI dan Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar itu, merubah wajah politik pencitraan menjadi kerja nyata. Blusukan diberbagai daerah, ditengah kumuhnya lingkungan, Andre berbagi bersama warga, meringankan penderitaan
Ya, Kalaupun datang ke jalan, bukan untuk menyapu, tapi menghantarkan bantuan. Mendatangi rumah warga, bukan untuk pencitraan, tapi meringan beban warga ditengah impitan ekonomi. Saat warga terkena musibah, Andre Rosiade, bukan sekedar mengucapkan turut berduka. Terjun langsung kelapangan membantu warga. Sampai kondisi normal kembali
Tak terhitung lagi perhatian kepada warga. Sungguh kerja nyata luar biasa, bukan sekedar retorika. Andre Rosiade ‘Malaikat tak Bersayap’ politik sejati, bekerja tiada henti Baginya, politik merupakan alat untuk mengabdi pada kemanusiaan, bukan menghamba pada kekuasaan. Seperti apa yang dikatakan Aristoteles, politik adalah usaha yang ditempuh warga untuk kebaikan bersama, bukan malah memperkeruh suasana. Bermain dengan pencitraan, tanpa peduli penderitaan rakyat.
Sejak duduk di DPR RI, ia tak pernah berhenti berjuang di pusat. Membawa dana APBN untuk pembangunan infrastruktur di Ranah Minang. Salah satu kerja keras dan bakal menjadi catatan sejarah. Disertai perjuangan yang tak kenal lelah, mega proyek Flyover Sitinjau Lauik. Selama ini, hanya sebuah mimpi, ditangan Andre Rosiade terealisasi. Pantas, Gelar Bapak Pembangunan Sumbar disematkan kepadanya.
Penulis
Novri Investigasi


