
PADANG, INVESTIGASI_Antrian panjang truk di sepanjang jalan bypass, menunggu pengisian Bahan Bakar Minyak, sudah menjadi pemandangan biasa. Tak lagi heran dan tak perlu heran
Penyakit lama tak kunjung kambuh, BBM langka, sudah menjadi santapan sopir truk. Apalagi, sekarang BBM kembali langka dan diperparah BBM, antrian dan jeritan sopir, membuat mereka terpuruk dalam ketidakpastian
Nasib naas itu, juga dialami transfotir Semen Padang. Mereka mengeluh dengan kenaikan harga dan kelangkaan BBM. Berakibat Dam truk tidak dapat beroperasi secara maksimal.
Inipun dirasakan, pengusaha jasa transportasi, Dani Faizal. Ia mengeluh dengan sikap PT Semen Padang sebagai mitra usahanya dalam jasa pengakuan jasa transportasi.
Pernyataan itu, disampaikan saat penyembelihan hewan kurban di rumahnya. “”Kita cukup prihatin dengan kondisi BBM nonsubsidi yang terus melambung. Diperparah ongkos dari PT Semen Padang belum ada kebijakan koperatif dalam menyikapi persoalan ini,” katanya.
Alhasil, ini berdampak dengan mobilitas transfotir angkutan. Seharusnya, segera disikapi dengan duduk bersama, mencari solusi yang tepat menyelesaikan persoalan
Pada prinsipnya, penyusuain tarif dengan naiknya harga BBM dan kelangkaan BBM, menjadi perhatian PT Semen Padang. Sehinggga, pengusaha transportasi pengakutan barang jasa dapat di akomodir.
“Kita tidak minta muluk-muluk. Cuma penyusuain harga ongkos dengan tarif di sesuaikan dengan harga pasar. Sebab berdampak
tidak beroperasiya Dam truk. Tentu menimbulkan epek samping, pengangguran di sejumlah supir Damtruk,” pungkasnya. Jetar


