
Guguak Malalo pasanyo rami
Nagari tanamo di Batusangka
Batanyo juo galanggang rami
Apo bana makan bajamba
Banda Dareh Nagari Binang
Tasabuik juo puncak batu badindiang
Tradisi kuliner di Ranah Minang
Makan Basamo duduk bakuliliang
Gunung Singgalang tagak manjago
Danau Singkarak janiah aianyo
Basamo rakyaik manjalin raso
Bukan sasamo pajabaik duduk baselo
Pariangan desa tarindah di dunia
Balingka bukik bakuliliang sawah
Kato tasirek jo makan bajamba
Tagak Samo tinggi duduk samo randah
Makan bajamba tradisi kuliner Minangkabau yang sudah mendunia. Bukan sekedar makan bersama, ada makna mendalam dan menjadi simbol. Rasa kebersamaan, kesetaraan, menghormati tamu dan saat musyawarah mencari kata mufakat
Sepantun dengan itu, makan bajamba disebut juga makan barapak, merupakan tradisi kuliner khas masyarakat Minangkabau. Duduk bersama melingkar di lantai dalam satu ruangan menyantap hidangan dari satu wadah atau talam besar secara bersama sama, merayakan kebersamaan dan kesetaraan
Makan Bajamba di HUT Kota Padang ke 357
Terlepas berbagai versi makan bajamba. Beragam cerita mengupas tradisi kuliner Ranah Minang itu. Ada yang menarik saat perayaan HUT Kota Padang ke 257 tahun 2026 ini. Pemko Padang gelar ‘Padang Bajamba’ di Gedung Bagindo Aziz Chan, Youth Center, Jumat (7/8)
Makan bajamba sebuah simbol kebersamaan sekaligus mempertegas komitmen Kota Padang menuju Kota Gastronom Dunia, hanya diselenggarakan untuk kalangan atas saja. Seakan mengenyampingkan makna yang melekat pada makan bajamba, ‘tagak Samo tinggi duduk samo randah’
Padahal, perayaan HJK itu, dari rakyat untuk rakyat, tapi kalangan tertentu yang menikmati. Terkesan mewah dan megah. Tamu yang datang pun papan atas. Sebut saja Menteri Haji dan Umrah RI Mochammad Irfan Yusuf, Walikota Hildesheim (Jerman)
Termasuk juga Sekjen Kementerian Luar Negeri Denny Abdi dan Resident Representative UNDP Indonesia Sara Ferrer Olivella. Tampak juga hadir, Ketua Umum Dunia Melayu Islam (DMDI) Indonesia Datuk Said Ali, jajaran pejabat kementerian, unsur Forkopindo, delegasi mancanegara
Ada juga rektor perguruan tinggi se Kota Padang hingga pimpinan OPD di lingkungan Pemko Padang. Ya, berpikir positif saja. Bisa jadi tahun ini, makan bajamba undangan dan kalangan tertentu saja. Rakyat hanya bisa menyaksikan hidangan dan undangan yang merasakan nikmat makan malam berbungkus makan bajamba
Terpinggirkan Makna Makan Bajamba
Ulang tahun Kota Padang, perayaan lahirnya Kota Bingkuang. Dimaknai pestanya warga Kota Padang, menyambut bertambahnya usia kota mereka. Tahun ini, warga ikut menikmati pesta yang diselenggarakan Pemko Padang. Macam macam kegiatan menghibur hingga ditutup penampilan artis Judika
Begitu juga makan bajamba, wargapun disungguhkan tontonan yang mengharukan walau hanya lewat media sosial. Pejabat dan kalangan atas menikmati makan bersama dengan hidangan menggugah selera. Warga hanya melihat saja, tak diajak makan bajamba. Ya, apalah daya, makan bajamba bukan pesta warga
Inipun mengundang tandanya, apakah makan bajamba sudah sesuai dengan maknanya, kebersamaan rakyat. Filosofis minang, makan bajamba adalah kebersamaan, tak dibatasi kasta dan status sosial.
Kepala daerah, pejabat, warga, ninikmamak, anak muda duduk setara. Sebab, makan bajamba moment silaturahmi, mempererat kebersamaan. Tapi, yang terjadi saat ulang tahun kota ini, seharusnya ‘rakyat bararak’ malah jadi ‘pejabat bararak’
Penulis
Novri Investigasi


