
Lubuk Lintah ba pasa pagi
Kampung Kalawi basimpang jalan
Alah kurenah dek pajabaik kini
Suko bana maagiah harapan
Rami pasanya Rang Siteba
Tugu tinju jalan baputa
Carito baru sabateh wacana
Lah heboh di media massa
Koto baru ka Kampus Unand
Bakelok jalan ka Batu Busuk
Di bao menteri ka kampung halaman
Bajanjian proyek di karajoan tahun bisuak
Limau Manih Kapalo Koto
Luruh jalan ka Kampung Pisang
Janji manih juo nan mandayo
Lah arok urang sagalanggang
Bukan sekedar cerita pagi peneman kopi. Tapi, fakta dan realitas sering terjadi. Kalaupun ada tersinggung, itu bukan tujuan. Tapi, sebagai bahan kritisi atas peristiwa yang terjadi selama ini.
Diakui, maksud hati pejabat dan wakil rakyat untuk membangun negeri. Mendatangkan pejabat pusat atau menteri untuk menjemput anggaran, membangun infrastruktur di kampung halaman
Kita tak perlu tutup mata dengan fakta yang ada. Kunjungan itu, ada berbuah hasil. Kehadiran pejabat pusat dan menteri, sukses meraup anggaran pusat untuk membangun infrastruktur. Dan, itu perlu kita beri apresiasi, bukan satu jempol tapi sepuluh jari
Yang menjadi perhatian, baru sekedar mendatangkan, baru sebatas wacana, beritanya heboh di media massa. Tegak kepala saat mendampingi pejabat pusat. Seakan berkata, inilah keberhasilannya membawa pejabat dan kedekatannya dengan pusat.
Setahun berlalu, janji itu masih ditunggu tunggu. Tiba tiba hilang, merekapun diam membisu. Proyek yang dijanjikan dan sangat diharapkan, entah dimana rimbanya. Tak dipungkiri, ini yang membuat warga kecewa.
Harapan mereka terasa sia sia, karena belum ada anggaran tersedia. Kecewa dirasakan, janji tak semanis harapan. Sebagai warga, kita harus berlapang dada dan menghargai perjuangan mereka. Mendatangkan pejabat dan menteri tak mudah, perlu lobi dan kedekatan
Apalagi untuk meraup anggaran pusat, berlapis prosedur dilalui. Memang ada diantara pejabat dan wakil rakyat yang serius membawa anggaran pusat. Tapi, ada juga janji proyek sebatas wacana sudah digemborkan ke publik
Fenomena ini, sering terjadi, ketika pejabat mengumumkan rencana besar, sebelum aspek krusial menjadi perhatian. Seperti, anggaran, legalitas lahan dan Amdal
Tapi, sekarang masyarakat sudah cerdas melalui prinsip pastikan dulu. Dan, bisa membedakan mana proyek yang bisa dieksekusi dan mana yang baru sekedar komoditas politik untuk membangun opini publik
Penulis
Novri Investigasi


