
Pasbar, Investigasionline- Jurnalis senior Pasaman Barat, Syamsuri, resmi menyatakan diri maju dalam ajang Pemilihan Walinagari (Pilwana) Nagari Bunuik, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat. Kehadirannya dalam kontestasi tersebut menjadi perhatian masyarakat karena dikenal luas sebagai insan pers yang telah lama berkecimpung dalam dunia jurnalistik di daerah itu.
Pencalonan Syamsuri membawa semangat perubahan dan pembangunan nagari yang berlandaskan nilai-nilai adat, agama, serta kearifan lokal. Melalui berbagai pertemuan dengan masyarakat, ia menyampaikan komitmennya untuk membangun Nagari Bunuik yang lebih maju, harmonis, dan berdaya saing.
Dalam sejumlah spanduk dan media sosialisasi yang telah beredar di tengah masyarakat, Syamsuri mengusung gagasan mengembalikan fungsi Tungku Tigo Sajarangan sebagai pilar utama dalam kehidupan bermasyarakat di nagari. Menurutnya, keberadaan tiga unsur tersebut harus kembali diperkuat sebagai fondasi pembangunan.
Adapun tiga unsur yang dimaksud dalam konsep Tungku Tigo Sajarangan adalah Cadiak Pandai, Alim Ulama, dan Ninik Mamak atau Kaum Adat. Ketiga elemen tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan sosial, budaya, serta kehidupan keagamaan masyarakat Nagari Bunuik.
Syamsuri menegaskan bahwa pembangunan nagari tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga harus menyentuh aspek sosial, budaya, pendidikan, dan keagamaan. Karena itu, keterlibatan aktif para tokoh adat, tokoh agama, dan kaum intelektual menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.
Ia mengusung visi besar, yakni mewujudkan Nagari Bunuik yang maju, religius, beradat, dan sejahtera melalui penguatan kembali peran Tungku Tigo Sajarangan. Visi tersebut diharapkan mampu menjadi landasan dalam merancang berbagai program pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.
Menurut Syamsuri, saat ini merupakan momentum yang tepat untuk membangun Nagari Bunuik dengan semangat kebersamaan. Ia ingin menjadikan nagari tersebut sebagai daerah yang aman, damai, dan mampu menjadi contoh dalam penerapan nilai adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.
Gagasan yang diusungnya juga sejalan dengan visi dan arah kebijakan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, yang mendorong penguatan peran adat dan nilai-nilai budaya Minangkabau dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, pembangunan nagari tetap berjalan selaras dengan identitas dan karakter budaya lokal.
Pilwana Nagari Bunuik sendiri diperkirakan akan diikuti oleh sekitar 2.100 pemilih yang tersebar di tiga kejorongan. Dengan jumlah pemilih tersebut, kontestasi Pilwana diprediksi berlangsung dinamis. Syamsuri berharap seluruh tahapan pemilihan dapat berjalan aman, demokratis, serta melahirkan pemimpin terbaik yang mampu membawa Nagari Bunuik menuju “Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur”, yakni nagari yang makmur, bermartabat, dan mendapat keberkahan. fat


