
PADANG, INVESTIGASI_Bak membangun rumah sendiri. Tak ada acuan, berdasarkan keinginan sendiri. Tak ada pengawasan, bekerja sekehendak hati. Itu yang terjadi, pada pekerjaan drainase dekat Mesjid Baitul Jihad, Perumahan Filano Kubu Dalam Parak Kerakah.
Pekerjaan pun terkesan misteri. Tak ada plang proyek menjadi acuan. Siapa yang mengerjakan, dinas yang bertanggungjawab, berapa anggaran pekerjaan. Ditanya OPD yang berkaitan dengan pekerjaan proyek, tak ada yang menjawab. Bungkam, seakan merestui disembunyikan identitas pekerjaan.

Padahal, sudah ditanyakan kepada yang bersangkutan. Baik Viki Kabid Dinas Perkimtan Sumbar maupun Rizki Kabid Diknas PUPR Kota Padang. Konfirmasikan dilakukan, saat media ini, masih dilokasi pekerjaan, Sabtu (22/11), saat hujan membasahi Kota Padang. Dua jam ditunggu, tak ada jawaban sama sekali

Mengurai Sengkarut Pekerjaan
Mendapat pengaduan dari warga, Jumat (21/11) sekira pukul 21.00 WIB, sembari mengirim poto tumpukan material yang menganggu aktifitas warga maupun jemaah yang sholat di Mesjid Baitul Jihad. Sabtu (22/11) media ini menuju lokasi pekerjaan. Dan, ditemukan beberapa kejanggalan. Pekerjaan tak sehat di Mesjid Baitul Jihad

Kejanggalan itu, tumpukan material memakan badan jalan dan berserakan. Pasangan batu, diragukan, sebab ditumpuk baru diberi adukan semen. Adukan semen pun diragukan, karena masih terlihat merah dan diprediksi semen digunakan tak sesuai takaran. Semen pun diaduk tanpa kotak adukan, tapi di aspal badan jalan.

Tak kalah, menariknya, batu bercampur tanah galian, akibat siraman hujan. Lebar tapak, tengah dan puncak (lining) tak beraturan. Sebab, pasangan batu mengikuti teras dan pondasi pagar rumah warga. Pekerja pun tak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Sampai berita ini diturunkan, masih tak ada tanggapan.
Penulis Novri Investigasi


