
PAYAKUMBUH, INVESTIGASI_Siang itu, cuaca sangat panas. Terik matahari, serasa membakar kulit. Selang tak berapa lama, suasana terasa sejuk, saat melintasi Batang Agam, Kota Payakumbuh. Pohon yang rindang, taman yang indah, melindungi dari panas matahari
Minggu (18/2) Batang Agam terlihat ramai. Lokasi wisata sungai itu Dipadati pengunjung. Suasana ceria bersama keluarga, menemani libur yang indah. Tak berapa jauh, terdengar suara alat berat yang bekerja tak henti henti. Menyusun batu, bak pasangan keramik
Terlintas tanda tanya, kok masih ada alat berat bekerja di sepertiga bulan Januari 2026 ini. Bukankah, proyek tahun jamak, selesai akhir tahun. Setelah mendatangi lokasi, ternyata alat berat itu, sedang mengerjakan proyek strategis nasional Satuan Kerja SNVT pelaksanaan Jaringan Sumber Air Wilayah Sungai Sumatera Barat
Alat berat, mengiringi iruk pikuk di siang itu, sedang melanjutkan pembangunan pengendalian banjir Batang Agam. Diketahui proyek senilai Rp 42.88 miliar itu, dikerjakan PT. Bina Cipta Utama dengan supervisi PT. Sarana Bhuana Jaya KSO PT. Indra Jaya (Persero) KSO PT. Rancang Mandiri
Tanda tanya, terjawab pada proyek bernomor kontrak HK 0201-BWS5.8.1/02/2025, tertanggal 14 April 2025. Dilanjutkan pekerjaan waktu pelaksanaan 262 hari kalender itu, disebabkan pekerjaan tak selesai tepat. Dan, diberikan waktu tambahan 50 hari kerja. Apakah, akan selesai juga disaat adanya waktu tambahan itu. Atau bakal molor lagi?
Masih Berjuang Terus di Lapangan
Keterlambatan pekerjaan proyek pengendalian Batang Agam yang menjadi icon wisata Kota Payakumbuh itu, juga diakui oleh Faisal, PPK SP 1 BWSS V. Saat dikonfirmasikan Via WA, Senin (19/1), ia mengatakan, masih on schedule dengan penambahan waktu 50 hari kerja.” Sekarang kita masih berusaha, semoga cepat selesai,” katanya.
Dengan sikap bersahabat dan melayani pertanyaan media ini, dengan santai tanpa beban, juga menambahkan, kendalanya hanya butuh waktu tambahan. Pekerjaan ini dikenakan denda. “Terpenting ada niat rekanan untuk menyelesaikan pekerjaan. Dan, masih berjuang dilapangan,” kata mantan Peltek proyek pengendalian Banjir Sawah Laweh.
Sayang, pihak PT. Bina Cipta Utama, enggan menjawab WA media ini, saat dikonfirmasikan keterlambatan pekerjaan. Doni pelaksana lapangan, lebih memilih bungkam daripada meluruskan penyebab keterlambatan. Begitu juga H. Win, hanya membaca saja WA media ini, tanpa ada tanggapan sama sekali. Diamnya mereka menambah kusam pekerjaan pengendalian banjir Batang Agam.
Penulis
Novri Investigasi


