
Hujan berbentuk butiran air dapat menghidupi seluruh makhluk hidup. Tanpa air, makhluk hidup tidak akan bertahan hidup. Karena, air merupakan kebutuhan yang paling utama di muka bumi ini. Bahkan, hujan sangat dinanti nantikan, saat musim kemarau panjang.
Namun dibalik anugerah hujan itu, bagi rekanan menjadi alasan penyebab keterlambatan pekerjaan. Sebab, rekanan bekerja diruang terbuka. Sehingga, cuaca atau hujan, merupakan faktor eksternal yang tak dapat diubah manusia itu, menjadi penghalang melanjutkan pekerjaan
Ya, hujan dan cuaca ekstrem, pengaruhnya sangat luar biasa pada pekerjaan proyek. Soalnya, hujan, cuaca ekstrem dapat menganggu pekerjaan, terutama pengecoran, pengaspal, pekerjaan irigasi, pemasangan rangka dan pekerjaan lainnya. Bahkan, juga berpengaruh terhadap keselamatan pekerja
Berbenturan dengan Masa Pelaksanaan
Untuk pekerjaan proyek menggunakan dana APBN dan berskala besar, pekerjaan sudah dimulai pada awal tahun. Namun, masa pelaksanaan sampai 200 – 300 hari kalender, tentu berpengaruh juga oleh cuaca. Apalagi, pekerjaan multiyear, dua sampai tiga tahun anggaran.
Dipastikan, sering bertemu musim hujan dan cuaca esktrem. Apalagi, pekerjaan proyek menggunakan dana APBD, April, bahkan Juli baru mulai tender. Pekerjaan mulai bulan Agustus itu, rekananpun berhadapan dengan perubahan cuaca.
Tak dipungkiri, biasanya masuk bulan September sampai akhir tahun, itu musim hujan. Sementara, pekerjaan harus selesai diakhir tahun. Kalau tidak, akan berhadapan dengan resiko, pemutusan kontrak, denda permil. Berpacu dengan waktu, kadang mengabaikan mutu, pekerjaanpun asal asalan
Ancaman Terhadap Rekanan Tak Profesional
Bagi rekanan profesional, sudah biasa bekerja dalam berbagai cuaca, memang berpengaruh, tapi bisa disiasati. Lain lagi, rekanan tak profesional dan tak punya modal, pengaruhnya sangat luar biasa. ‘Pontang pantiang’ dan kelabakan, menyelesaikan pekerjaan.
Diperparah lagi, keterlambatan penyelesaian pekerjaan, berdampak serius terhadap rekanan, terutama yang tak profesional. Blacklist dan denda, resiko tak terelakan, jika gagal memenuhi tenggat waktu masa pelakasanaan. Ini juga berdampak terhadap pengelolaan anggaran
Alasannya, ketika proyek tidak sesuai jadwal, beresiko besar terhadap pengelolaan dana dan akan menjadi lebih sulit. Karena, harus dibawa tahun berikutnya. Pembayaran terhadap rekanan pun tertunda. Derita baru, bergejolak didepan mata
Karena, untuk menyelesaikan pekerjaan, rekanan tak bermodal hutang sana sini. Tidak saja gaji pekerja, material pekerjaan juga hutang di toko bangunan. Sementara, pembayaran pekerjaan, tertunda dan dibayar tahun berikutnya. Dikejar hutang, bikin rekanan sakit kepala
Solusi Kedepan
Masalah klasik ini, terjadi setiap tahun. Tentu harus ada solusi? Perencanaan berbasis cuaca, perlu diperhatikan. Salah satunya, pekerjaan yang rentan pengaruh hujan, dijadwalkan selesai sebelum musim penghujanan tiba
Perencanaan kurang matang, juga menjadi alasan. Lambatnya, proses administrasi, baik pengesahaan anggaran, pelelangan, menjadi penyebab keterlambatan pekerjaan. Pemilihan rekanan, juga menjadi perhatian. Hindari rekanan titipan.
Penulis
Novri Investigasi


