
PADANG, INVESTIGASI_Enrah apa yang terjadi. Padahal, sudah cuci gudang beberapa kali, gonta ganti pelatih. Bukannya membaik, malah makin terpuruk di dasar jurang degradasi.
Bermain di kandang sendiri, GOR H. Agus Salim, Rabu (4/3)
Semen Padang FC, kembali menelan kekecewaan. Ditahan imbang PSIM Yogyakarta dalam lanjutan Super League. Hasi ini membuat Kabau Sirah tetap terpuruk di jurang degradasi.
Menekan Tak Satupun Gol Tercipta
Semen Padang tampil agresif dan menekan PSIM Yogyakarta sejak menit awal. Tim tuan rumah langsung mengepung pertahanan lawan, namun gol yang ditunggu tunggu, tidak juga tercipta
Peluang pertama hadir pada menit ke-6 melalui tendangan bebas Angelo Meneses. Namun bola tidak mengarah tepat ke gawang. Empat menit berselang, sepakan keras Kasim Botan hanya membentur tiang, membuat peluang emas terbuang sia-sia.
Tekanan terus berlanjut. Pada menit ke-17, Firman Juliansyah melepaskan tembakan tepat sasaran pertama bagi Semen Padang. Namun kiper PSIM, Cahya Supriadi, tampil sigap menggagalkan peluang tersebut. Upaya Kazaki Nakagawa di menit ke-22 juga berhasil dimentahkan penjaga gawang yang pernah memperkuat Timnas Indonesia itu.
Meski ditekan, PSIM Yogyakarta tidak tinggal diam. Norberto Vidal sempat mengancam pada menit ke-27, tetapi bola melebar dari sasaran. Tiga menit kemudian, percobaan Nermin Haljeta juga belum membuahkan hasil.
Situasi berubah pada menit ke-38. PSIM harus bermain dengan 10 pemain setelah Fahreza Sudin menerima kartu merah langsung. Ia berusaha menyambut umpan silang dengan tendangan voli, tetapi kakinya justru mengenai kepala Samuel Simanjuntak. Wasit tanpa ragu mengusirnya dari lapangan. Babak pertama berakhir dengan skor 0-0.
Babak Kedua Tak Merubah Keadaan
Memasuki babak kedua, Semen Padang semakin intens menyerang. Memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, peluang emas datang pada menit ke-69 lewat Ricki Ariansyah. Namun kembali digagalkan oleh penampilan gemilang Cahya Supriadi.
Dua menit berselang, PSIM justru mampu mengancam. Tembakan Nermin Haljeta mengarah ke gawang, namun berhasil diamankan kiper Semen Padang, Rendy Oscario.
Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tercipta. Keunggulan jumlah pemain selama lebih dari satu babak gagal dimaksimalkan Semen Padang untuk mengubah keadaan.
Semen Padang kini tetap tertahan di peringkat ke-17 dengan 17 poin dari 24 pertandingan. Posisi tersebut masih berada di zona degradasi dan semakin memperberat langkah mereka bertahan di Super League musim ini.
Hasil ini menjadi peringatan keras bagi Semen Padang FC. Jika tidak berbenah diri, nasib buruk menanti di laga yang tersisa. Hancaman degradasi dan kembali ke Liga 2 semakin nyata dipelupuk mata. Nv


