
Mulus, memang mulus. Secara visual terlihat aspal hitam bak hamparan permadani membentang panjang di sepanjang jalan Mangunsarkoro. Nyaman dilalui, sejuk dipandang. Pantas pujian mengalir deras, begitu tingginya kepedulian Pemko Padang terhadap infrastruktur jalan terutama di kawasan itu
Begitu antusiasnya Pemko Padang dengan diaspalnya jalan itu, Fadly Amran bahkan ikut meninjau langsung kelapangan. Seakan memberitahu, ini salah satu program ‘Padang Rancak’. Terbesit, pesan, pekerjaan akan terus diawasi, tertutup kemungkinan rekanan bermain di lapangan.
Dibalik pujian warga, diantara kenyamanan pengendara, disela mulusnya aspal yang menyala, tersimpan cerita duka. Tak terlihat kasat mata, tapi menimbulkan tanda tanya, kok bisa? Kenapa tidak! Pekerjaan senilai Rp1.185.202.791,00 dikerjakan PT. Adesya Nusantara Persada, terkesan sempurna, tapi menyimpan lara
Genangan Air di Jalan Mangunsarkoro
Ada pemandangan tak biasa, saat melintasi mulusnya jalan Mangunsarkoro yang didanai APBD 2025 itu. Meski, hujan berhenti sesaat, ada genangan air dibeberapa titik. Sekilas tak mempengaruhi akibatnya, karena lagi musim hujan. Tapi, ada tersimpan masalah yang akan muncul dikemudian hari.
Bicara teknis, yakin dan seyakinnya. Bahkan, 100 persen yakin, Dinas PUPR dan rekanan mengetahui akibat genangan air. Atau salah menilai, disebabkan pekerjaan masih berjalan. Namun, tanda tanya itu, perlu dimunculkan, agar ada jawaban. Diharapkan aspal mulus mempercantik kawasan Mangunsarkoro digenangi air itu, bukan akhir pekerjaan.
Beresiko Terjadi Kerusakan Dini
Dibalik mulusnya jalan, genangan air menghiasi jalan beraspal, akan mempercepat terjadinya oksidasi. Resikonya, menyebabkan terjadinya kerusakan dini pada lapisan permukaan jalan. Diperparah lagi, jalan terendalam dalam waktu lebih 24 jam (standar kekuatan sisa marshall). Beresiko tinggi, jika terbebani beban kendaraan yang melebihi batas yang telah ditentukan.
Dan, ini sangat besar pengaruhnya pada kinerja perkerasan aspal, terutama ketahanan atau keawetan jalan (durability) sebagai faktor dalam kriteria marshall. Sekedar informasi, kerusakan jalan, disebabkan, naterial kontruksi, lalu lintas, iklim dan air. Nah, genangan air sangat berpengaruh pada kinerja campuran Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC)
Air yang menggenang di lapisan aspal, memiliki kelembaban dan akan memfasilitasi tumbuhnya akar yang dapat menembus lapisan aspal, akibatnya kestabilan lapisan aspal akan goyah. Kesimpulannya, air menjadi penyebab utama kerusakan perkerasan aspal. Sehingga, mengakibatkan kegagalan struktural, seperti retak, berlubang dan kerusakan lapisan dasar. Bahkan, paparan air berkepanjangan makin memperburuk masalah. Nah, haruskah dibiarkan
Penulis
Novri Investigasi


