
PADANG, INVESTIGASI_Ada suasana beda pada Kongres tahunan Asprov PSSI Sumatera Barat. Bukan keputusan rapat, bukan serunya dengar pendapat. Tapi, saat santai istirahat, menikmati secangkir kopi di kafe. Mencari tempat duduk, senyum dan pandangan mata menyongsong. Senyum membias dibibirnya, seakan mengajak duduk satu meja. Sosok yang selama ini tak asing lagi di dunia konstruksi
Era Sukma Munaf, ST, MT, mantan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pesisir Selatan, mantan Kepala Dinas BMCKTR dan sekarang menduduki jabatan Kepala BPBD Sumbar, menikmati suasana istirahat sembari menikmati secangkir kopi. Sosok yang akrab dengan berbagai kalangan ini, menyambut kedatangan awak media Investigasi dengan wajah ceria. Tanpa banyak bicara, iapun menawarkan kopi peneman bincang bincang saat istirahat menjelang.
Dipercaya Menjadi Manager Popnas
Bukan Era Sukma namanya, jika bicara masalah sepakbola. Ia tak kehabisan bahan, jika diajak diskusi menyangkut sikulit bundar. Apalagi, kalau diamanahkan memegang organisasi olahraga. Ia ikhlas mewakafkan diri, meski kesibukan menerpa diri. Baginya, sepakbola panggilan jiwa. Dan, siap mengemban amanah dipercayakab padanya. Ia bisa menolak jabatan lain, tapi, sepakbola sesibuk apapun, ia bersedia meluangkan waktu
Seperti sekarang ini, Era Sukma Munaf dipercaya menjadi manager sepakbola Popnas Sumatera Barat. Spontan ia menerima amanah tersebut. Karena ia punya prinsip bagaimana sepakbola Sumbar lebih maju lagi. Untuk Popnas, katanya, tim sudah memasuki persiapan terakhir untuk menatap Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jakarta. Harapannya tim ini bisa bersaing di ivent tersebut
Tim Popnas sepakbola yang saat ini dibesut pelatih Wahyudi dibantu asisten pelatih Halim dan pelatih kiper, Rian, persiapan cukup matang. Sudah beberapa kali melakukan uji coba dan hasilnya menjadi bahan evaluasi untuk mematangkan dan menyiapkan tim yang solid. Sehingga bisa pulang membawa medali.
Melihat peluang tim, sebagai manager, siap memikul beban dan tanggungjawab. Baginya, perlu latihan dan kerja keras. Apalagi, tim yang ikut serta punya peluang yang sama. Tinggal bagaimana memanfaat peluang itu. Rencana, kata Era panggilan akrabnya, tim akan dilepas oleh Dispora Sumatera Barat. Berangkat ke Jakarta tanggal 31 Oktober 2025
Tak Bisa Tidur, Jika Tak Mengurus Sepakbola
Saking cintanya terhadap sepabola, mantan manager sepakbola PON di Aceh – Medan, ia tidak bisa tidur, jika tak mengurus sepakbola. Rasanya, tak lengkap, jika sepakbola tidak ikut menemani aktifitasnya sehari hari. Makanya, ia menerima manager tim Popnas sepakbola Sumatera Barat, pada ajang Popnas di Jakarta bulan depan
Tertitip harapan dipundaknya, bagaimana membawa sepakbola Popnas, menjadi yang terbaik. Memang sulit, tapi tak sesulit mendaki puncak Himalaya. Karena, lawan dihadapi kekuatan sama. Tinggal, memanfaatkan peluang meraih kemenangan. Latihan keras, jaga kekompakan, tanamkan tekat, berjuang membawa medali pulang. Ini akan memotivasi perjuangan menuju kemenangan.
Penulis
Herman Jetar
Editor
Novri Investigasi


