
PADANG, INVESTIGASI_100 kepemimpinan Fadly Amran – Maigus Nasir, sudah dirasakan ‘lakek tangannya’ oleh warga. Kerja keras dan kerja cerdas mengiringi langkah, menjalankan Program Unggulan (Progul) dalam membangun Kota Padang.
Namun, ada pertanyaan tak terjawab, kemana Sekretaris Daerah, Andre Algamar? Soalnya, tak banyak terekspos dalam mewujudkan Progul itu.
Ini juga menjadi pertanyaan, Maidestal Hari Mahesa, mantan anggota dewan Kota Padang tiga priode. Katanya,
kita sama sama tahu, tugas pokok dan fungsi Sekretaris Daerah membantu kepala daerah menyelenggarakan penyusunan kebijakan kepala daerah.
Koordinasi pelaksanaan tugas satuan kerja perangkat daerah. Pemantauan, pengawasan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah. Pembinaan administrasi dan aparatur pemerintah daerah
Sering kita amati, lanjut Esa panggilan akrabnya, dalam banyak kegiatan walikota dan wakil walikota. Baik rutinitas maupun yang sifatnya seremonial. Langsung maupun tidak langsung, dalam setiap momen maupun dokumentasi tak terlihat Sekda Kota Padang, Andre Al Gamar.
Bahkan dalam agenda wajib Fadli Maigus ‘ Like Moday’ dengan Monday Meetting, wajib hadir untuk media koordinasi dan koordinasi, Andre Al Gamar juga tidak kelihatan batang hidungnya.
“Padahal, sangat penting hadir untuk mengevaluasi dan koordinasikan seluruh OPD. Juga membahas issue yang berkembang di Kota Padang. Apalagi, saat Fadli Amran dan Maigus Nasir melakukan pembenahan Internal,” katanya
Apalagi, tambahnya, menata kelola kembali kegiatan bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Terakhir kemarin, juga turut hadir secara daring melalui zoom perwakilan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Sekda juga tak kelihatan,” imbuhnya
Dalam sambutannya, Fadly Amran menekankan pentingnya keselarasan reformasi birokrasi dengan visi dan misi Pemerintah Kota Padang. Termasuk, menciptakan kemudahan akses layanan publik, penyederhanaan prosedur, serta pembudayaan hidup bersih dan sehat di masyarakat. “Ketidak hadiran Sekda, terlihat tidak adanya keselarasan tersebut di Pemko Padang,” ungkap Esa
Kemana Andre Algamar
Disebut dan informasi didapat, kata Esa, Sekda sedang mengikuti lemhanas. Sebegitu penting nyakah, dibandingkan dengan amanah sebagai Sekda, saat ini juga masa transisi dan butuh banyak informasi, dari mantan Pj Walikota itu .
“Jika Walikota dan Wakil Walikota, ingin pemerintahan Kota Padang ini berjalan maksimal, terutama dalam pelayanan maupun untuk reformasi total dalam pelayanan maksimal untuk masyarakat, hendaknya bagi Sekda juga harus menjadi perhatian serius,” katanya
Ia berharap, jangan menunggu lama. Apalagi Fadli Amran dan Maigus Nasir, masih banyak meraba raba di pemerintahan, termasuk dengan personil pejabat yang ada saat ini. Belum lagi, banyaknya persoalan yang terjadi ditengah masyarakat.
Ini sudah lama terjadi, bahkan semasa kepeimpinan Mqhyeldi juga tak tuntas dan digantikan Hendri Septa, tak ada penyelesaian penataan pemerintahan dan pembinaan terhadap ASN .
“Seperti diketahui, betapa porak poranda, jika melihat dalam penempatan Kepala Dinas. Ada yang berlatar belakang dokter, dijadikan sebagai Kepala OPD mengurus urus Arsip. Berlatar belakang pertanian malah ke PU an. Dan, banyak lagi yang terjadi,” jelasnya
Esa berharap dan mendorong agar walikota segera mengambil langkah, terkait penempatan Sekda dan kepala OPD. Memang ini hak prerogatif walikota, tapi Kota Padang ini milik kita semua. Karena kita semua sama sama menginginkan pemerintahan Fadli dan Maigus bisa berbuat yang terbaik dan membawa perubahan bagi masyarakat kota Padang dan Sumbar ke depannya.


