
Catatan : Richard, Akb
Pestapora Porprov. XVI yang digelar di 12 kota/ kabupaten di Sumbar sudah usai.
Semua kontingen sudah kembali ke daerah masing masing.
Sudah pasti merayakan kemenangannya dengan berbagai Fersi. Ada yang “makan makan lamak”, ada yang berjoget ria , ada yang maonjak maonjak” kegirangan, ada yang berpelukan satu sama lain dan berbagai cara lainnya, pokoknya kegirangan yang luar biasa bagi mereka atau tim yang meraih prestasi terbaik sesuai Cabor masing masing.
Pada Porprov XVI 2026 tersebut Kota Padang tim.yang tidak terkalahkan , tetap mempertahan sebagai juara umum dengan memperoleh medali paling banyak dari semua cabang olahraga.
Kota Padang memang luar biasa tiada duanya di Sumbar.
Untuk mempersiapkan kontingen Padang untuk Porprov tersebut tidak segan segan meanggarkan dana dari APBD 2026 sekitar Rp38 Miliar, baik untuk membina semua Cabor, plus untuk hadiah bagi mereka yang meraih medali, dan juga untuk tim pembinanya di semua Cabor ?.
Patut diacungkan jempol kepada Walikota Padang Fadly Amran dan Ketua DPRD Padang Muharlion/ dan anggota dewan yang terhormat yang begitu peduli dan perhatian dengan kontingen Padang yang berkekuatan paling besar di Porprov tersebut .
Kembali ke pokok cerita, meskipun sudah berbuat maksimal dan mengerahkan segala kemampuan segenap manajemen tim sepakbola Padang / PSSI Padang, tetapi masih gagal meraih medali emas dan keluar sebagai juara . Hanya berkutik di rangking empat dari 9 tim yang berlaga?. Medali perak pun tidak mampu diraih sebagai obat lelah bertanding..
Siapa yang disalahkan, memang tidak ada yang harus disalahkan, karena semua yang terlibat dalam cabang olahraga ini telah bekerja keras, bahkan mati-matian.
Secara jujur mungkin harus dikatakan , kegagalan tersebut harus dievaluasi menyeluruh , atau Kota Padang harus intropeksi diri dicabang yang satu ini.
Sepakbola adalah Cabor yang sangat bergengsi, dan paling banyak penggemarnya, bisa saja dikatakan 90 persen dari masyarakat ?..
Makanya banyak masyarakat yang menyebut meskipun Padang keluar sebagai juara umum, tetapi ada yang kurang.
Ibarat seseorang mendapat hadiah gulai kambing, tetapi kurang garam dan bumbunya, terasa hampar dan kurang sedap .
Walikota sebagai kepala daerah dan pemegang mandat rakyat , tidak ada salahnya bila melakukan evaluasi total di Cabor ini.
Seperti segenap manajemennya, pemain dengan plus minusnya, pelatih, pembina atau hal hal yang dinilai kurang.
Seperti di tim masional/ Indonesia di berbagai laga dunia. Kalau mereka gagal tidak segan segan melakukan evaluasi total. Bahkan sampai mengevaluasi pemain dan pelatih kalau diperlukan.l demi.meraih yang terbaik ke depannya.
Kota Padang terlihat banyak.klub klub sepakbola, baik yang masih di umur anak anak, remaja, sampai dewasa. Bahkan juga ada Diklat Sepakbola di Sungai Sapih Padang.
Belajar dari kegagalan tidak ada salahnya mengambil langkah langka terbaik demi prestasi Kota Padang ke depannya di Cabor ini.
Waktu dua tahun untuk Porprov XVII 2028 cukup.panjang.
Untuk persiapan sangat lumayan dari sekarang.
Cari dan manfaatkan potensi yang ada di klub klub sepakbola Padang bila perlu. “Mintak Angok Kalua Barang” kecek urang kampuang.
Sebenarnya Kota Padang sudah menang sebelum bertanding, karena terkenal dengan banyaknya bibit bibit unggul di Cabor ini.
Gengsi Kota Padang lebih tinggi tetapi harus diiringi dengan manajemen yang kompak dan pembinaan atlit yang penuh disiplin. Semoga dua tahun lagi Tim Padang bisa memberikan yang terbaik untuk warganya.
Berlatih dan berlatih lagi, tanpa lelah demi prestasi gemilang.


