
Pandeka Minang, julukan PSP Padang, bukan asal julukan. Tapi, punya makna yang mendalam. Pandeka itu, biasanya ‘malakek’ kepada seorang pesilat. Tidak saja lihai dalam bela diri, tapi punya juga penguasaan ilmu pengetahuan.
Bagi seorang Pandeka, tertanam pituah ‘Musuah pantang dicari, jika basuo pantang diilakkan. Pantang kalua galanggang dengan kepala tertunduk. Pantang gamang di galanggang. Tak takut apa pun yang menghadang.
Datang, bertarung dan menang, mengiring setiap langkah memasuki medan laga. Jauh panggang dari api. Pandeka Minang julukan PSP Padang, kini tak bertaji. Tak dipandang lagi. Sudah tak disegani galanggang rami
Gamang di Galanggang
Kisah lama tak usah di kenang. Pandeka Minang, dulu ditakuti dan disegani lawan, Betapa garangnya di pentas sepakbola nasional. Ayam Kinantan julukan PSMS Medan dibuat tak bertaji. Macan Kemayoran Julukan Persija Jakarta, dibuat tak berkutik
Maung Bandung julukan Persib Bandung, di gulung. Buaya Hijau julukan Persebaya Surabaya, diterkam. Garang di kandang sendiri maupun di kandang lawan Bahkan, juga melahirkan, pemain dan pelatih untuk tim nasional.
Sekarang tinggal kenangan. Pandeka Minang, tak lagi garang. Jangankan di kampung orang, di kampung sendiri, langkah sudah mati. Liga Tarkam, liga terendah kompetisi sepakbola nasional, tak bisa dikuasai. Bahkan, mudah ditaklukan tim baru berdiri, seperti Josal FC
Menunggu Datangnya Dewa Penyelamat
Dua walikota, membuat Pandeka Minang tak berdaya. Tercampak ke kasta terendah sepakbola nasional. Tak perduli dan tak ada niat menyelamatkan Pandeka Minang. Hanya sibuk pencitraan diri di lapangan hijau. Kebanggaan tak berujung prestasi
Sekarang walikota sudah berganti. Dengan Fadly Amran berharap kini. Memang berat, APBD tak bisa diharapkan lagi. Langkah cerdas dan jalan pintas harus dicari. Karena, Liga 4 sudah didepan mata. Butuh dana segar mengarungi kompetisi menyelamatkan harga diri
Terbetik berita, Fadly Amran sedang berupaya mencari orang yang peduli dan mau berkorban untuk Pandeka Minang. Bahkan, disebut sebut, telah menemui seseorang yang diharapkan membantu tim kebanggaan ‘urang awak’ ini. Kabarnya sudah bertemu. Kini tinggal menuggu datangnya dewa penyelamat. Bersambung
Penulis
Novri Investigasi
Pemerhati Sepakbola
Wartawan Utama


