
Oleh : Syahrial
Tim Investigasi LSM KPK Nusantara
Dugaan permainan proyek menggelinding di Kabupaten Pesisir Selatan. Ada beberapa sebutan mereka yang mengatur proyek disana.’Makelar, Kepala Daerah Malam dan Timses’. Ingin mendapatkan ‘kue proyek’ bisa melalui mereka.
Bergerilya ke dinas dinas dilakukan, terkesan memberikan penekanan. Menyodorkan perusahaan luar untuk mengerjakan proyek yang diinginkan. Nama bupati dijual, demi mengamankan permainan. Bahkan, disebut sebut ada fee dinikmati dari rekanan.
Permainan mereka, sangat meresahkan rekanan yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan. Intimidasi dan diskriminasi dilakukan, menutup peluang mereka untuk menikmati ‘kue proyek’ di daerah sendiri. Apalagi, makelar proyek itu, membawa perusahaan luar
Tak bisa dipungkiri, proyek menjadi lahan untuk mengembalikan modal Pilkada yang tinggi. Ditambah, balas jasa terhadap timses yang ikut berjuang saat Pilkada. Akibatnya, OPD pun merasa tertekan, karena proyek disana sudah ada jatah untuk timses
Tak tanggung tanggung, tidak saja satu paket, mereka pun meminta sampai 3 paket. Bahkan, sudah menyodorkan perusahaan yang akan mengerjakan. Tak dapat ditawar tawar, semua harus dilakukan. Kalau tidak, jabatan jadi taruhan
Sampai kapan ini terjadi? Apakah ini, terjadi sampai habis masa jabatan bupati. Lima tahun juga, makelar, timses, kepala daerah ‘malam’ menguasai proyek di Kabupaten Pesisir Selatan ini. Lima tahun, mengembalikan biaya Pilkada yang tinggi. Entah!


