
Banjir dan longsor yang terjadi bulan November 2025 lalu, menimbulkan duka mendalam. Tak hanyut derita berkepanjangan, pemerintah melakukan rehabilitasi rekonstruki sungai, terutama di Air Dingin dan Batu Busuk, Kota Padang. Pekerjaan bronjong menjadi solusi mengatasi persoalan yang terjadi
Ini dilakukan untuk perkuatan tebing dan mencegah erosi/abrasi melindungi warga dari arus deras serta menormalisasi sungai pasca banjir besar. Namun, harapan itu tak seindah dibayangkan. Kenapa tidak! Bronjong yang diharapkan menjadi solusi, malah bermasalah kini. Baru saja dikerjakan sudah bergeser, goyang dan ambruk
Wajar saja, ada keraguan warga, bronjong yang dikerjakan PT. Nindya Karya, tak mampu menyelamatkan permukiman jika banjir dan longsor terjadi lagi. Bukan tanpa alasan, masih tahap pekerjaan, sudah bermasalah. Apalagi, jika banjir dan longsor lagi, diyakini tak mampu mengatasi musibah
Secara visual, penyebab ambruknya bronjong, terjadinya erosi tanah di sekitar Bronjong, aliran air terlalu deras, konstruksi bronjong tak mampu menahan beban, tak stabilnya pondasi dan material digunakan asal asalan. Termasuk juga pengaruh geotekstile, engsel dan material batu digunakan
Geotekstile dan Engsel Bermasalah
Kita persempit persoalan bergeser, ambruk dan putusnya Bronjong. Diprediksi, disebabkan pemakaian geotekstile, engsel dan material batu digunakan. Alasanya, terkait masalah geotekstile, disebabkan tak berfungsi sama sekali. Padahal, tujuan pemasangan geotekstile, mencegah erosi tanah dibelakang dan perkuatan lereng
Juga berfungsi sebagai pemisah antara tanah urutan dan material bronjong agar tak terbawa banjir. Jika tak memakai geotekstile pada pekerjaan bronjong, menyebabkan tanah dibelakang bronjong terbawa air keluar. Sehingga bronjong mudah bergeser.
Apalagi, geotekstile digunakan tidak sesuai spesifikasi, juga menyebabkan bronjong ambruk, sebab pori pori tersumbat, air terperangkap dibelakang bronjong. Kadang penggunaan geotekstile, terabaikan pada pekerjaan bronjong, terutama kualitas geotekstile yang digunakan tak sesuai standar. Padahal, geotekstile sangat krusial untuk mencegah penurunan kualitas struktur bronjong dan erosi tanah
Begitu juga engsel yang berfungsi menyatukan kawat Bronjong agar struktur fleksibel, kuat dan stabil. Engsel berperan menyatukan sisi bronjong menjadi satu kesatuan yang kokoh sebelum diisi batu. Menyambungkan antar kota bronjong agar tidak bergeser, terutama pada dinding penahan
Pemasangan engsel serampangan, mengakibatkan tak mampu menahan tekanan air atau tanah, sehingga bronjong terlepas dan runtuh. Engsel, merupakan sambungan kawat pengikat (lacing wire) atau kawat anyaman Bronjong, jika tak berfungsi dengan baik, mengakibatkan bronjong, mudah ambruk dan putus
Persoalan lain mengakibatkan pekerjaan bronjong cepat rusak dan bermasalah, tidak dilapisi area air asin maupun air deras. Mengakibatkan cepat berkarat yang melemahkan sambungan, membuat kawat engsel putus, sehingga anyaman terurai. Intinya, engsel berperan untuk memperkuat pekerjaan dan tahan lama. Bersambung
Penulis
Novri Investigasi


