
PADANG, INVESTIGASI_Melelahkan, menguras tenaga. Semangat pantang menyerah. Bertarung sampai darah penghabisan. Begitulah tekat punggawa Semen Padang FC. Sempat diragukan, akhirnya memberikan jawaban. Mampu meraih sukses di laga pamungkas. Taklukkan Singo Edan 0 – 2
Perasaan haru juga menyelimuti Mastilizal Aye, SH, Ketua Askot PSSI Kota Padang. Rasa syukur menyelimuti kebahagiannya.
“Alhamdulillah, perjuangan melelahkan, akhirnya dituntaskan. Terimakasih untuk semua managemen SPFC. Terimakasih para Pemain yang telah berjuang dengan semangat tinggi dan sungguh sungguh,” kata Mastilizal Aye, SH. Wakil Ketua DPRD Kota Padang
Membanggakan lagi, katanya, bukan saja keluar dari zona degradasi. Malah finish di posisi 13. Ini pencapaian tertinggi sejak BRI Liga 1 diputar
“Patut kita syukuri, Semen Padang FC, Tidak numpang lewat saja. Dan, bisa bertahan, sehingga bisa mengikuti Liga 1 musim 2025 – 2026 1 yang merupakan ajang sepakbola tertinggi di Indonesia,” katanya
Geram dan Kesal Andre Berbuah Manis
Diakui Mastilizal Aye, suport yang sangat luar biasa dari Andre Rosiade. Bukan saja masalah dana, tapi Andre Rosiade juga geram dengan ulah oknum wasit dan mafia yang mengacak ngacak sportivitas olahraga
“Sekarang,
lupakan lelah sejenak. Saatnya bergembira dan berpesta. Sembari membidik rekrutmen pemain pada musim berikutnya,” imbuhnya
Cukup Liga 1 tahun ini saja, katanya, menjadi pengalaman terkait pemilihan pemain yang tidak sesuai dengan porsi Liga 1. Terlepas dari semua itu, Aye mengakui,
semangat juang mereka luar biasa di enam pertandingan terakhir. Dan, mampu membawa Semen Padang FC keluar dari zona degradasi
“Nikmati dan syukurilah, kita masih bisa hadir di Liga 1. Langkah selanjutnya, bersiap-siap menyusun kekuatan pada putaran berikutnya. Sekarang, mari kita arahkan pandangan kita untuk Timnas yang akan bertanding memperebutkan tiket ke piala dunia, tanggal 5 dan 10 Juni 2025. Semoga lolos ke Piala Dunia 2026,” harap Aye mengakhiri.
Editor Novri Investigasi


