
Bukan tak mengakui, mau tak mau harus diakui. Kemerihaan acara dipuji ‘urang sa nagari. “Yo, babeda Pak Wali kini.” Kata pujian, diharapkan bukan sesaat. Bermanfaat atau minim manfaat, tergantung jawaban masyarakat Entahlah, apakah ini prestise atau prestasi.
Sebelum kita berbicara panjang lebar. Rumus matematika panjang x lebar = luas. Daripada cerita meluas, tapi tak sesuai cerita yang dikupas. Ada baiknya, kita terangkan dulu apa itu, prestasi dan prestise Sehingga, mudah dipahami dan dimengerti
Prestasi dan prestise, bak dua sisi mata uang. Selalu hadir bersama. Prestasi berkaitan dengan prestise. Menurut Kamus Besar Bahasia Indonesia (KBBI). Prestasi hasil yang telah dicapai, dari yang telah dilakukan dan dikerjakan
Sedangkan, prestise, menyangkut wibawa, kebanggaan yang berkaitan dengan prestasi atau kemampuan seseorang. Kadang untuk mencapai prestasi dan kebanggaan itu, berbagai cara dilakukan. Dengan satu harapan, berharap pujian dan sanjungan
Meriahnya HUT Kota Padang, Prestise atau Prestasi
Bertanya dalam diri, juga pertanyaan ‘urang sanagari’. Apakah, meriahnya Hari Jadi Kota (HJK) Padang, prestise atau prestasi. Jawaban tak bermakna, bisa tidak, bisa ya. Ini, jika dimaknai arti prestise dan prestasi dari pengertian KBBI.
Karena perayaan itu, prestasi yang telah dicapai dari yang telah dilakukan dan dikerjakan. Apalagi, beberapa kegiatan sudah tak lagi dilakukan walikota sebelumnya dan lama mati suri. Seperti pawai telong telong. Sekarang dilakukan, berarti sebuah prestasi
Tapi, jika pencapaian prestasi HJK Kota Padang, hanya bertujuan semata mata untuk prestise, ada kecendrungan cara dipilih bukanlah yang cara terbaik, hanya sebuah prestise. Sebab yang berprestise dan kebanggaan semata, belum tentu berprestasi
Ditengah Beragam Masalah
Kenapa dikatakan demikian, apa sebab dan alasan. Kemerihaan itu, ditengah bergelutnya berbagai permasalahan. Seharusnya permasalahan yang terjadi ini, diprioritaskan dan menjadi perhatian. Ada duka dan luka ditengah meriahnya acara.
Persoalan Pedagang Kaki Lima (PKL) ‘balangang di nan rami’. Tak berjual beli, sepinya pembeli. Sepakbola minim prestasi, PSP Padang tak kunjung bangkit, terbenam di kasta rendah kompetisi di negeri ini. Masalah banjir, menjadi langganan saat hujan membasahi bumi
Dan, banyak masalah lain, butuh kepedulian dan anggaran. Beberapa acara yang menyedot anggaran besar dan manfaat sesaat, bisa dialihkan untuk mengatasi permasalahan. Semua sudah terjadi, prestise dianggap sebuah prestasi. Prastasi menjadi prestasi kebanggaan. Karena, sukses memeriahkan HJK Kota Padang ke 356 ini
Penulis
Novri Investigasi


