
Catatan Ringan : Richard. Akb
Waktu lima tahun terasa sangat pendek, begitu juga halnya dengan jabatan kepala daerah.
Jabatan kepala daerah/ KDH periode tahun 2024 – 2029 sudah berjalan sekitar 1, 5 tahun, berarti masa tugas mereka sekitar 3, 5 tahun lagi.
Begitu pula dengan Propinsi Sumatera Barat yang saat ini dipegang oleh Gubernur Mahyeldi Ansharullah bersama Wagub Vasco.
Bila dihitung dengan jumlah hari, memang cukup lama lagi masa kerjanya sampai tahun 2029. Tetapi saat ini sudah muncul berbagai persepsi ke permukaan, siapa yang akan memimpin Prop.Sumbar Periode Tahun 2029.- 2034.
Memang cukup banyak nama yang muncul dan dijagokan masyarakat, baik dari kalangan perguruan tinggi, birokrat dan mantan birokrat, perantau, tokoh lokal , dari kalangan tokoh parpol, dan mereka yang asih memegang “kekuasaan” saat ini di berbagai wilayah Sumbar.
Jabatan gubernur memang jabatan yang sangat bergengsi dan diidamkan idamkan banyak orang, karena mendapatkan fasilitas.lengkap , yang sangat menjanjikan. Dia merupakan “perwakilan” pemerintah pusat di daerah yang mempunyai kewenangan cukup besar.
Kalau pemilihan gubernur tahun 2029 tidak berubah aturan mainnya. Dalam artian masih dipilih langsung oleh rakyat, tentu akan semakin.menarik dalam ” perlombaan” ini.
Yang akan maju ke gelanggang tentu orang orang yang sudah siap dengan segala hal. Seperti, pendanaan, ketokohannya, Parpol pendukung dan perkiraan dukungan dari rakyat/ pemilih yang sangat signifikan
Kalau soal skill dan kemampuan semua orang punya, tetapi beberapa persyaratan diatas kalau tidak punya, tentu hanya punya peluang sedikit sekali untuk.maju dan menang.
Jadi pemimpin di ranah Minang biasanya orang orang pilihan yang berlatar belakang ke minangan, maksudnya memahami adat istiadat dan budaya sangat tinggi , serta memahami karakter masyarakatnya.
Kalau di sigi lebih dekat, orang perorangan siapakah yang pantas memimpin Pop. Sumbar Periode 2029 – 2034 ?.
Orang orang nya tentu berkisar diantara disebutkan diatas.
Gubernur sekarang Mahyeldi Ansharullah sampai 2029 sudah menjabat dua periode dan otomatis tidak bisa lagi dicalonkan.
Memang terlihat sejumlah tokoh sudah muncul dan disebut disebut di tengah tengah masyarakat, misalnya Wako Padang kini , Fadly Amran, Wagub Sumbar kini, Vasco, Sutan Riska, Baharudin, tokoh lokal dan dari perantauan lainnya.
Para tokoh-tokoh yang.muncul tersebut sudah menjadi rahasia umum. sudah mulai tampil dan memperlihatkan kebolehannya di tengah tengah masyarakat, dalam artian mencari simpati rakyat.
Bagi tokoh yang ingin jadi gubernur dimasa mendatang..Waktu sekitar 3,5 tahun itu manfaatkan dengan sebaik baiknya dengan memperlihatkan program kerja dan kinerja individu yang bagus.
Jangan banyak gombal, tetapi harus bekerja sesuai kehendak rakyat, terutama pembenahan berbagai infrastruktur kota/ kabupaten yang hancur lebur akibat banjir bandang Akhir November 2025 lalu.
Bagi pejabat yang masih aktif saat ini merupakan ujian bagi mereka memperlihatkan kinerjanya yang nyata, bukan omon omon belaka.
Sejauhmana mereka bisa mewujudkan keinginan rakyat, baik dalam pembenahan infrastruktur, menggenjot ekonomi rakyat, kenyamanan perpolitikan, membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran,.memajukan budaya dengan pemahaman nilai adat istiadat kepada masyarakat/ generasi muda.dan lainnya.
Siapakah yang akan maju / pantas sebagai calon Gubernur Sumbar Periode Tahun 2029 – 2031 nanti.
Bisa saja dari para walikota / bupati dan wakil gubernur yang menjabat sekarang , serta tokoh parpol dan masyarakat lainnya yang punya kompetensi bagus.
Selain itu tentu harus punya ” cuan” banyak untuk sosialisasi di lapangan, punya program, visi misi yang nyata jauh ke depan.
Yang Tah kalah urgennya, mereka harus punya jaringan luas ke pusat, terutama dengan para pengambil keputusan di pusat. Sehingga program yang di dusun di tingkat daerah bisa mendapat dukungan dana yang sangat signifikan. Sehingga pembangunan di Sumbar tidak stagnan, tetapi bergerak cepat.


