
Indak basilang tiado bariak
Bakato bana bajanji arek
Kota Padang kinilah rancak
Cando anak gadih sadang basolek
Kato mufakaik kato basamo
Adaik jo sarak basandi Kitabullah
Alah tasabuik sajok dulunyo
Alamnyo rancak warganyo ramah
Tigo tungku nan sajarangan
Sapantun Tali Tigo Sapilin
Kini alah marato pambangunan
Raso badunsanak makin tajalin
Duduak jo tagak indak barajo
Itu pituah dek urang tuo
Kota Padang Kota Tacinto
Kito bela samo dijago
Bercerita tentang Kota Padang, terlalu panjang untuk dibentang. Kota Padang dengan segala keindahannya, punya peran penting di Sumatera Barat, memiliki latar belakang kaya sejarah. Sebuah kota yang awalnya hanya pemukiman nelyan pada zaman Kerajaan Minangkabau. Mengalami perjalanan panjang hingga menjadi ibu kota provinsi dengan segala keberhasilan dan persoalan
Kota Padang lahir dari sejarah heroik yang membawa ingatan kita kembali ke tahun 353. Saat itu, pasukan Berbangso Rajo dari Pauh dan Koto Tangah dengan dukungan penuh masyarakat, melakukan penyerangan ke Loji atau Benteng Belanda. Serangan itu, mengakibatkan jatuhnya korban kedua belah pihak
Peristiwa bersejarah itulah, menjadi landasan ditetapkan sebagai hari lahirnya Kota Padang melalui persetujuan DPRD Kota Padang tanggal 31 Juli 1985 dan Keputusan Kota Padang 1 Agustus. Hari lahir ini, diperingati setiap tahun dengan berbagai kegiatan, termasuk perlombaan Selaju Sampan
2025 ini, Selaju Sampan kembali dilaksanakan di Batang Arau, Seberang Palinggam Kota Padang. Lomba perahu yang sudah ada sejak zaman Kolonial Belanda, sudah menjadi tradisi setiap peringatan ulang tahun. Disamping kegiatannya lainnya yang diselenggarakan oleh warga
Pembangunan Kota Padang Kedepan
Denyut pembangunan Kota Padang diberbagai sektor bergerak kencang. Baik itu, pembangunan infrastruktur menjadikan Kota ‘Rancak dan Mancilak’ Penyediaan infrastruktur yang memadai dilakukan untuk mendukung kegiatan perekonomin masyarakat.
Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul, terus dilakukan. Termasuk, penciptaan lingkungam hidup yang bersih, nyaman dan berkelanjutan.
Kedepan, paradigma pembangunan yang panjang harus dimulai dengan cara berpikir yang baik, perencanaan yang baik dan proses pengerjaan yang baik baik. Etos kerja pembangunan perlu berpegang pada etika budaya saling menghormati, saling percaya dan bekerjasama untuk kepentingan bersama
Seiring dengan itu, Walikota dan Wakil Kota Padang, Fadly Amran dan Maigus Nasir, dalam membangun daerah ini, fokus pada 9 Program Unggulan (Progul). Sekarang sudah dilaksanakan sebagian, meski masih ada sebatas wacana.
Bahkan, program ini sudah disinergikan dengan OPD, tinggal bagaimana mengiplementasikan. Tentu timbul pertanyaan, apakah OPD sekarang bisa menterjemahkan dilapangan atau setengah hati, karena mutasi menanti
Sisi Lain Perlu Dibenahi
Terlepas pembangunan infrastruktur Kota Padang makin membaik, tapi ada persoalan lain yang perlu menjadi perhatian. Karena, ini sangat signifikan dan perlu penanganan. Kalau tidak, akan menganggu proses pembangunan berkelanjutan
Seperti kota lainnya, Padang juga memiliki sisi gelap yang perlu diperhatikan. Seperti lalu lintas. Soalnya, Padang merupakan kota padat penduduk dan lalu lintas di kota ini sering kali menjadi masalah. Kemacetan lalu lintas dapat menyebabkan waktu perjalanan yang lebih lama, stres, dan polusi udara. Ini perlu dibenahi
Persoalan banjir, perlu jadi perhatian. Apalagi, Padang terletak di daerah yang rawan banjir. Musim hujan yang intensitasnya tinggi dapat menyebabkan banjir di beberapa daerah kota. Banjir dapat menyebabkan kerugian materiil, kerusakan infrastruktur, dan dampak negatif pada kesehatan dan kehidupan masyarakat.
Kriminalitas tawuran pelajar, masih mendominai, sama seperti kota lainnya, Seperti kota-kota lainnya. Terutama tawuran pelajar yang memakan korban, perlu menjadi perhatian. Perlu langkah kongkrit mengatasi dan tetap waspada, melakukan penanganan yang tepat.
Pungutan liar dan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan parkir persoalan tak kunjung usai. Pungli ditempat wisata, malah viral oleh tingkah laku oknum warga yang meminta seenak perutnya. PKL, kejaran kejaran dan kucing kucingan dengan petugas, masih menjadi pemandangan memilukan. Termasuk permainan parkir, mengutamakan keuntungan pribadi daripada PAD
Bencana alam: Padang terletak di daerah yang rawan gempa bumi. Gempa bumi besar yang terjadi pada tahun 2009 menyebabkan kerusakan yang signifikan dan korban jiwa. Selain itu, kota ini juga berpotensi mengalami ancaman dari bencana alam lainnya seperti tanah longsor dan tsunami. Inipun perlu diwaspadai, sehingga tak banyak makan korban, jika terjadi bencana dadakan. Bersambung
Penulis
Novri Investigasi


