
Pagi yang indah, udara yang cerah. Tapi, tak seindah dan secerah wajah warga yang sedang resah. Kecewaan dan luka mendalam memikirkan anak sekolah. Sistim Penerimaan Murid Baru ( SPMB) dan jalur domisili membuat hati gundah
Tak seindah yang dibayangkan. Tak sebagus perencanaan. Diharap menjadi solusi, malah beragam persoalan yang terjadi. Apalagi jauh dari profesionalisme birokrasi. Bahkan, kata Mastilizal Aye, SH, Wakil Ketua DPRD Kota Padang, tanpa melakukan kajian mendalam terhadap kondisi sosial dan georafis wilayah
Penyebabnya, menyalin sistim dari pusat mentah mentah, tanpa adaptasi situasi dilapangan. Padahal, Kota Padang punya tantantangan dan karakteristik sendiri. Dikaji dulu secara komprenshif sebelum diimplementasikan. Kalau tidak tahun ketahun masalah terus terjadi
SPMB dan Pembangunan Sekolah Baru Saling Berkaitan
Selama ini, Pemko Padang, lebih fokus untuk menambah kelas baru, sehingga pendidikan tertumpuk pada suatu tempat saja. Meskipun domisili diterapkan, tambah kelas baru tidak memenuhi kebutuhan pendidikan di daerah yang belum memiliki fasilitas memadai
Mau tak mau, pembangunan sekolah baru, bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah yang timbul akibat penerapan SPMB, seperti kepadatan siswa di sekolah sekolah tertentu. Dilihat dari tujuan SPBM, merupakan sistim penerimaan siswa baru. Sementara, pembangunan sekolah baru bertujuan untuk menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai.
Artinya, keduanya saling terkait dalam upaya pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan. Nah, kenapa Pemko Padang, tak menjadi ini sebagai solusi, terhadap persoalan dari tahun ke tahun terus terjadi. Penambahan kelas, sampai saat ini masih belum mampu menjawab persoalan
Anggarkan Pengadaan Tanah
Persoalan pembangunan sekolah baru, disebabkan Pemko Padang masih berharap dari tanah hibah. Kelas baru dibuka, jika ada warga yang menghibahkan tanahnya. Sekarang warga sudah cerdas, mengibahkan tanah tak bakal membantu anak cucu mereka. Disebabkan sistim penerimaan siswa baru terus berubah, sehingga membuat mereka resah
Ada baiknya, Pemko Padang menganggarkan pengadaan tanah untuk membangun sekolah baru. Disamping menjawab persoalan, juga pemerataan pendidikan yang tersebar di berbagai tempat, terutama di lokasi terpencil dan jauh dari jangkauan.
Penulis
Novri Investigasi


