
Ini bukan sekedar cerita. Tapi, itulah kenyataannya. Pemudik pulang kampung, menyambut Idul Fitri, bukan kebahagian yang diterima. Malah, sengsara di lokasi wisata. Nilainya, memang tak seberapa, tapi cara memintanya terlalu memaksa.
Pungutan liar (Pungli), kisah panjang yang terus berulang. Bahkan, menjadi persoalan yang tak kunjung usai di Kota Padang ini. Meski, viral dan pelaku ditangkap, besoknya terulang lagi. Bak lingkaran setan, terjadi dan terjadi lagi.
Idul Fitri 1447 H, tinggal hitungan jari, memasuki sepertiga 10 hari. Perantau sudah ada yang pulang kampung, tradisi tahunan melepas kerinduan kepada orang tua, sanak saudara dan sahabat yang lama tak jumpa.
Disamping itu, juga melepas lelah dan letih selama bekerja. Rilekkan pikiran ke lokasi wisata. Pemudik pulang kampung, sudah mempersiapkan segalanya. Mengumpulkan uang setahun di rantau, dek rasa rindu kampung halaman nan mahimbau
Kenyamanan Terganggu
Tak seindah yang dibayangkan. Tak senyaman yang diperkirakan. Lokasi wisata menjadi tujuan terganggu pungutan liar dan preman. Masuk lokasi wisata, sudah ada tarif resmi, tak lagi menjadi acuan. Meminta sekehendak hati, berbau pemerasan
Begitu juga saat parkir, diminta sekehendak hati. Apalagi, kalau kendaraan berasal dari luar daerah, kesempatan untuk ‘memeras’. Kasus tak bertepi ini, terus terjadi setiap Idul Fitri. Bagi warga yang tak senang, memviralkan di media sosial. Berbagai tanggapan menyertai, wisata Kota Padang tak nyaman, karena banyak preman
Perlu Tindakan Nyata
Menyikapi persoalan yang bakal terulang lagi. Pemko Padang, melalui Dinas Pariwisata, perlu menyikapi sebelum terjadi lagi. Buat spanduk atau baliho dilokasi wisata, tepatnya di pintu gerbang biaya dan tarif masuk. Begitu juga di warung, sehelai kertas menu dan harga, tak lagi solusi. Bikin spanduk didepan pintu masuk warung, tarif harga setiap makanan
Di lokasi parkir, perlu juga dibuat, tarif kendaraan roda dua dan roda empat. Tukang parkir dilengkapi rompi dan tanda pengenal. Dan, tak dibenarkan memungut, jika tak ada atribut. Terpenting, dilokasi rawan pungli itu, ditempatkan Sat Pol PP maupun kerjasama dengan pihak aparat. Semoga tahun ini, tak lagi terdengar dan viral di media sosial
Penulis
Novri Investigasi


