
Oleh : Idwar
Lupa jasa orang, tak ingat lagi orang yang telah membantu. Saat jabatan didapat, kekuasaan diraih, kursi diduduki, lupa diri. Seakan sukses tanpa bantuan orang lain
Begitulah yang terjadi selama ini, baik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) maupun Pemilihan Legislatif (Pileg).
Padahal, beberapa bulan sebelum pemilihan, mereka sibuk mencari simpatik masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil). Bermacam ragam program – program yang dibuat untuk menarik simpatik masyarakat
Berselang jalan waktu, dibentuk tim pemenangan di setiap kelurahan di Dapil. Dan, tim ini yang bergerak untuk mencari suara di kelurahan tersebut
Demi mensukseskan calon diusung, bermacam-macam ragam trik di lakukan oleh tim, demi meraup suara untuk calon diusung. Bahkan, rela mengorbankan tenaga dan pikirannya, agar calon yang di usung terpilih sebagai wakil rakyat di Dapilnya
Seiring berjalannya, waktu mulai lah tim yang di bentuk tersebut menjalankan tugas. Hanya satu tujuan, bagaimana orang yang diusung bisa menang di tempat kelurahan mereka. Tim bekerja sesuai dengan tugas, supaya calon yang dibawa bisa meraih suara terbanyak.
Seminggu sebelum pemilihan, tim yang dibentuk memanggil masyarakat setempat untuk berkumpul di suatu tempat, dengan menghadirkan calon yang dibawanya. Disitulah Caleg mulai memaparkan program – program dan berjanji akan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Saat itu juga, Caleg memberikan janji manis kepada masyarakat tersebut.
Di hari pemilihan, tim bekerja keras, siang malam, sampai selesai pemilihan. Termasuk menjaga suara Caleg yang di usung. Begitu beratnya, perjuangan tim agar calon dibawa bisa menang dan duduk di gedung dewan sebagai wakil mereka.
Setelah melihat hasil terakhir, calon yang di meraup suara terbanyak di kelurahan tersebut. Begitu gembira tim, karena sukses menjalankan tugas. Calon diusung meraup suara terbanyak..
Beberapa bulan berjalan, calon diusung nya sudah menjadi wakil rakyat.
Seiring berjalan waktu, sudah hampir setahun, mulai menampakan perilaku Calon yang diusung. Tidak lagi kenal dengan tim dan pemilihnya Sampai pemilih menuntut tim, terhadap janji janji manis itu.
Untuk apa di bentuk selama ini tim, kalau tidak bisa membantu menyampaikan apa apa yan dijanjikan selama ini. Setelah duduk tidak lagi tahu dengan perjuangan tim dan masyarakat memilihnya. Ya, begitulah orang yang lupa Kacang dengan kulitnya.


