
PAINAN, INVESTIGASI_Proyek Preservasi Jalan Nasional Ruas Kambang – Indrapura – Tapan -Batas Jambi, dan Tapas Batas Bengkulu menjadi perbincangan banyak kalangan. Kenapa tidak! Lubang petakan/patching dikerjakan PT. Anatama Konstruksi Utama senilai Rp5,82 M, dianggap menganggu kenyamanan pengendara
Pertanyaan pun terlontar, pikiran pun melayang, kok dibiarkan begitu saja patching atau lubang petakan jalan yang menjadi tanggungjawab PPK 2.4. Kenapa tidak segera dilakukan pengaspalan.
Wajar tanda tanya itu, bergayut dihati dan menari di pikiran. Karena, ada asumsi setelah dilakukan petakan lubang, langsung diaspal, tanpa mengetahui proses dilalui
Patching itu, perbaikan lokal di titik yang rusak. Biasanya untuk jalan berlubang retak buaya, amblas dan depresi yang ada disepanjang ruas jalan nasional itu. Pekerjaan diawali dengan melakukan potong area rusak menggunakan concrete cutter.
Dan, ini memakan waktu lama disebabkan titik yang akan dipatching cukup panjang. Mulai dari ruas jalan Kambang – Indrapura hingga Tapan Batas Jambi dan Bengkulu. Itupun, disesuaikan, patching dilakukan dengan aspal yang akan dimasak
Aspal Minimal Dimasak 50 Ton
Menjawab keraguan pengendara dan asumsi terkait lubang petakan dibiarkan begitu saja, disebabkan aspal tak bisa dimasak 1 atau 2 ton. Artinya, lubang petakan di lokasi yang rusak tak langsung ditutupi aspal. Biasanya, setelah volume lubang petakan, mencapai 50 ton aspal baru dilakukan penutupan.
Itupun tak memakan waktu panjang, aspal masak, bisa tertutup lubang petakan sepanjang jalan itu. Inipun diakui Masudi, Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah 2 Sumbar. Katanya, aspal itu minimal dimasak 50 ton.
“Kalau dibawah itu, akan rugi biaya pemanasan. Dan, kita tidak akan bayar biaya pemanasan,” katanya seraya menyebutkan, harus segera ditutup. Jika belum ditutup, pasang rambu rambu demi kenyamanan pengendara melintasi jalan itu
Diharapkan rekanan memacu pekerjaan, sehingga tak menganggu pengendara melintasi jalan itu. Berpacu dengan waktu, tanpa mengurangi kualitas dan mutu. Apalagi, sebelum ditutupi aspal, masih ada proses pembersihan debu menggunakan kompresor dan dilapisi Tack Coat, agar aspal menempel.
Penulis
Novri Investigasi


