
Kepulauan Mentawai, INVESTIGASI . Sekolah Dasar Negeri 22 Simatalu, Kecamatan Siberut Barat, Kabupaten Kepulauan Mentawai (Sumbar) berdiri sejak tahun 2013 memiliki luas tanah mencapai 10.000 meter persegi. Sekolah ini, berkomitmen untuk meningkatkan proses belajar mengajar yang nyaman dan memadai bagi para siswa-siswinya.
Sekolah Dasar yang memiliki Akreditasi C berdasarkan Surat Keputusan nomor 851/BAP-SM/LL/X/2015. Sekolah ini terus berbenah dan berupaya meningkatkan kualitas pendidikan untuk mendapatkan akreditasi yang lebih tinggi. Bagi Masyarakat Simatalu , Sekolah bukan hanya tempat belajar , tetapi juga tempat pusat pengembangan potensi diri dan karakter .
Namun, seiring kemajuan teknologi dan perkembangan zaman saat ini, sekolah yang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan, diduga tidak transparan dalam Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan PIP .
Informasi yang dihimpun Investigasi , bukan itu saja , Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), pihak Sekolah juga terkesan pilih kasih dan tidak adil dalam pengambilan keputusan.” Ditambah lagi dengan laporan pertanggungjawaban pengelolaan dana BOS tahun ke tahun tidak pernah ada ,”kata sumber yang tidak bersedia dituliskan namanya, (11/6/2025).
Kepala Sekolah SD Negeri 22 Simatalu, Agustinus Aris saat dikonfirmasi menjelaskan, terimakasih infonya. Ia baru tujuh bulan (7) lebih kurang menjabat disini. Apa yang ditanyakan terasa geli untuk menjawabnya
“Baik, untuk pengelolaan dana BOS dan PIP yang tidak transparan sesuai informasi yang didapat tersebut tidaklah benar. Saya baru disini, kemaren memang ada masalah. Namun sudah diperbaiki , Saya juga kaget , itu tidak benar dan saya bantah,” ujar Aris .
Aris mengatakan. dana BOS diperuntukkan untuk menunjang proses belajar mengajar dan keperluan Sekolah lainnya. Selain itu, penggunaan dana BOS juga diputuskan dalam rapat bersama di Sekolah. Jadi , tidak ada yang tidak transparan. Entah Kepsek yang lama, ia juga tidak tahu , karena baru disini
“Terkait pengelolaan dana BOS dan PIP, pihak Sekolah selalu transparan dan terbuka. Begitu juga Program PIP, pihak Sekolah juga tidak pernah memotong dan para gurupun tidak pernah meminta. Semua dugaan tersebut tidaklah benar,” bantah Aris (12/6). Rama


