
Tanah Datar -Investigasi . Kisah gigih, menginspiratif pasangan Suami-istri (Pasutri) di Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses mengembangkan usahanya sebagai pengrajin Tahu-tempe rumahan Merk SN ( Salsa Nabila).
Ketekunan dan kerja keras dalam merintis usaha kecilnya sejak tahun 2011 lalu , telah berkembang pesat dan sukses bertransformasi dari pedagang kecil menjadi pabrik Tahu -tempe rumahan dengan penghasilan yang cukup fantastis.
Didampingi peran seorang Isteri yang selalu setia mendampingi , usaha tahu tempe rumahan dengan Merk SN, telah mampu meraup laba bersih Rp 8 juta setiap bulannya.
Perjalanannya sebagai pengrajin tahu tempe bermula dari keinginan sendiri untuk beralih profesi , dari pekerja buruh harian di Pasar Batu Sangkar berkeinginan untuk memiliki usaha yang mandiri.
Awalnya, mereka hanya memproduksi tahu untuk dijual sendiri di pasaran.
Namun, berkat konsisten menjaga kualitas, usaha tersebut berkembang dengan pesat, hingga kini , Usaha Tahu-tempe rumahan ber Merk SN telah mampu menjual Tahu setiap harinya sebanyak 60 baskom dengan omset harian Rp 5 juta .
Salman mengungkapkan bahwa skala usaha rumahan yang digelutinya , Alhamdulillah telah mencapai angka yang signifikan untuk menjadi ukuran Imdustri Menengsh di Kabupaten/Kota.
Keberhasilan ini tidak diraih tanpa kendala , terutama saat bahan baku kedele melonjak naik di pasaran .
Menyiasati kondisi tersebut, Salman memilih strategi untuk sedikit mengurangi ukuran tahu tanpa menaikan harga jual agar para konsumennya tidak berpindah tangan. Semangat untuk tetap berproduksi meski biaya operasional membengkak menjadi kunci bertahannya usaha hingga saat ini.
Selain Tahu , Salman juga memanfaatkan limbah produksi seperti ampas , tidak dibuang begitu saja, di jual lagi untuk makanan ternak sapi dengan harga per karung ampas Rp 35000.
Dampak positif dari perkembangan usaha Tahu-tempe rumahan Merk SN sangat dirasakan lingkungan sekitar.
Saat ini , Salman telah memperkerjakan 8 orang warga lokal setiap harinya untuk membantu proses produksi yang dilakukan secara teliti dan higenis.
Salah seorang pekerja ,Edi (43) mengaku sangat terbantu dengan keberadaan usaha Tahu-tempe rumahan tersebut karena telah dapat memberikan pendapatan yang layak untuk menghidupi keluarganya.
“Saya merasa bersyukur bisa bekerja di tempat pengrajin Tahu-tempe rumahan Merk SN ini, untuk bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga keluarga,” kata Edi kepada Investigasi disela-sela pekerjaannya, Senin (2/3/2026).
Begitu juga ekosistem ekonomi yang terbangun tidak hanya berhenti pada kariawan, tetapi juga merambah ke sektor lainnya seperti pengusaha penggergajian kayu sekitar sebagai pemasok bahan bakar untuk proses perebusan kedelai.
Kini, distribusi tahu Merk SN telah meluas ke beberapa pasar di Kabupaten Tanah Datar. Kesuksesan finansial inipun telah membawa perubahan besar bagi kehidupan Pasutri Salman/Eni yang telah dikaruniai Lima orang Anak.
Meskipun, usaha Tahu-tempe rumahan telah berjalan sejak tahun 2011 lalu, Salman dan Isteri tercintanya menilai, perhatian Pemerintah terhadap pelaku usaha rumahan masih minim. Ia berharap adanya perhatian pemerintah, khususnya untuk kedelai, agar usaha Tahu-tempe rumahan bisa tetap eksis dan terus berkembang. (Rama) .


