
PADANG-INVESTIGASI, Rapat Koperasi Konsumen KPRI Amanah Anantakupa Kota Padang diadakan di Padang Sabtu, (7/2/26).
Koperasi ini menorehkan SHU Tahun Buku 2025 Rp16 juta lebih.
Unit usaha yang dilakukan antara lain usaha simpan pinjam (USP).
Dari kegiatan usaha pada tahun 2025 di peroleh SHU sebesar Rp16.019.247 turun dari tahun lalu Rp32,8 juta.
Pengurus KPRI Amanah Anantakupa Kota Padang antara lain, Ketua Suardi, Bendahara Tresi, Sekretaris Astuti Sri Rahayu, Ketua Pengawas Richardi Akbar, Anggota pengawas Yenita dan Gusmawati,
Rapat dihadiri Pengurus KPRI Sumatera Barat Asnel, ia menyampaikan harapan kepada Koperasi Konsumen KPRI Amanah Anantakupa Kota Padang agar terus maju, dan anggota bertambah (semakin banyak) dan membuka usaha yang produktif demi menghasilkan “cuan” yg banyak untuk koperasi dan anggota
Sementara Kadis Koperasi dan UKM Padang diwakili Hari Pratama menilai koperasi sangat sehat, karena RAT teat waktu dan tata kelola koperasi cukup baik. Sehingga diberikan penghargaan sehat dan sangat baik.
Fitur utama KPRI, keanggotaan yang terbuka dan sukarela bagi pegawai di instansi terkait. Usaha simpan pinjam, pertokoan kebutuhan pokok (mini market), dan penyediaan jasa.
Pengelolaan yang demokratis, dengan keputusan tertinggi melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT). Prinsip Solidaritas, persaudaraan dan pembagian sisa hasil usaha (SHU) secara adil.
KPRI berfungsi sebagai alternatif layanan keuangan dan pemenuhan kebutuhan pokok yang di kelola dari, oleh, dan untuk anggota.
RAT ini merupakan wujud pertanggung jawaban pengurus dan pengawas dalam pengelolan koperasi yang transparan.
Tujuan utama Rapat Anggota Tahunan (RAT) Pengurus KPRI ( Koperasi Pegawai Republik Indonesia adalah menyampaikan laporan pertanggungjawaban kinerja, keuangan, dan pengawasan selama satu tahun buku kepada seluruh anggota., ujar Ketua Suardi .
Kegiatan usaha simpan pinjam berupa menyalurkan pinjaman kepada anggota yang berasal dari modal sendiri dengan jasa 1%,
Usaha ini yang utama pelayanan kepada anggota tahun 2025, telah di salurkan pinjaman sebesar Rp.405.502.696 , terjadi penurunan , sehingga keuntungan jasa Rp.16.019.245
Jasa lain ikut memperkuat SHU Koperasi di samping usaha utama , yaitu jasa simpanan di Bank Rp.10.667.873, jasa SHU PKPN Rp 731.074
Bidang keuangan dan permodalan pengelolaan dilakukan secara cermat, teliti, serta seefisien mungkin .
Tahun ini aset mencapai Rp1.113.117.519 , jelas Suardi.. -rchd


