
Investigasi-Sijunjung, 20 Mei 2025 – Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diperingati setiap 20 Mei menjadi momen penting bagi bangsa Indonesia untuk merayakan semangat persatuan dan kebangkitan. Pada tahun ini, tepat 117 tahun setelah kelahiran Boedi Oetomo, KPPN Sijunjung menggelar upacara bendera di halaman kantor dengan tema “Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat”.
Upacara yang berlangsung dengan khidmat pada Selasa pagi, 20 Mei 2025, dipimpin oleh Abdul Hafid sebagai pemimpin upacara, sementara Anton Widodo, Kepala KPPN Sijunjung, bertindak sebagai pembina upacara. Acara tersebut dihadiri oleh pejabat, seluruh staf, serta PPNPN (Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri) di lingkungan KPPN Sijunjung, dan sejumlah tamu undangan.
Dalam amanatnya, Anton Widodo membacakan pidato Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, yang mengingatkan akan pentingnya semangat kebangkitan yang dimulai dengan lahirnya Boedi Oetomo.
Organisasi tersebut menjadi titik balik perjuangan bangsa Indonesia, yang tidak hanya berjuang melawan penjajah secara fisik, tetapi juga secara intelektual dan diplomatis.
“Hari Kebangkitan Nasional adalah simbol semangat kita untuk bergerak bersama, memperkuat solidaritas, dan membangun Indonesia yang lebih kuat, adil, dan mandiri,” ujar Anton Widodo dalam amanatnya.
Menteri Keuangan juga menekankan bahwa Harkitnas ke-117 harus menjadi pemicu untuk mendorong kolaborasi antar elemen bangsa dalam mencapai tujuan besar Indonesia yang berdaulat dan berkeadilan.
Asta Cita, delapan agenda prioritas pembangunan nasional, menjadi pedoman untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan, mencakup ekonomi inklusif, penguatan sumber daya manusia, serta pengentasan kemiskinan.
“Semangat Harkitnas ini harus menyatu dengan langkah-langkah konkret dalam membangun negara. Kolaborasi lintas sektor dan semangat kebangsaan menjadi kunci utama dalam mencapai Indonesia yang lebih kuat,” kata Menteri Keuangan dalam pidatonya yang dibacakan oleh Anton Widodo.
Usai upacara, Kepala KPPN Sijunjung, Anton Widodo, berharap agar semangat kebangkitan nasional tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga menjadi dorongan bagi setiap pegawai untuk bekerja dengan dedikasi dan integritas demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik.
“Hari Kebangkitan Nasional adalah waktu yang tepat bagi kita untuk memperkuat tekad dan semangat dalam menjalankan tugas kita sebagai bagian dari pembangunan bangsa,” tutup Anton Widodo.
Upacara yang diakhiri dengan doa bersama ini menjadi simbol komitmen KPPN Sijunjung untuk terus berperan dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang lebih kuat, adil, dan sejahtera. Jon Hendri


