
Entah Dewi Fortuna yang tidak berpihak atau nasib Pandeka Minang bernasib malang. Pada laga kedua Liga 4 Nasional Piala Presideen, klub kebanggaan ‘urang awak’ itu, belum juga merasakan kemenangan.
Setelah ditundukkan Mataram Utama pada laga pembuka dengan skor 1-0. Laga kedua ditahan imbang Persengan Nganjuk. Hasil imbang ini, PSP Padang menempati dasar klasemen sementara di Group H
Bertanding di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Selasa (2/6), PSP Padang yang gacor pada Liga 4 Provinsi Sumbar, tak mampu menembus gawang Persengan Nganjuk. Hasil seri ini, membuat posisi PSP Padang, makin terjepit, walau masih punya setitik harapan untuk bisa bangkit
Apalagi, lawan dihadapi memimpin puncak klasemen Group H ASIOP PC. Meraih nilai empat dari satu kali menang dan satu kali seri. Bahkan, hanya butuh seri untuk lolos pada babak berikutnya. Sukses mengalahkan tuan rumah Mataram Utama, 2 – 1 menjadi modal berharga ASIOP FC menghadapi laga terakhir melawan PSP Padang
Bak langit dan bumi, beda nasib dengan PSP yang hanya meraih 1 angka dari dua laga. Kemenangan harga mati, jika ingin melangkah lebih jauh. Tapi, kemenangan, bukan berarti membuka peluang. Nasib juga tergantung pada laga lain di Group H
Jika seri atau kalah, Pandeka Minang harus angkat koper dan pulang kandang. Jika ini terjadi, nasib PSP Padang tak beda dengan Josal FC yang juga kandas di fase group musim 2024 – 2025. Terbetik juga kabar, punggawa PSP Padang, didominasi punggawa Josal FC. Pelatihnya juga sama Jon Effendi
Puasa Gol
Ada yang menjadi tanda tanya. Bahkan, juga menjadi sorotan pecinta sepakbola di Ranah Minang. Kenapa tidak! Pada kompetisi Liga 4 PSSI Sumbar, Pandeka Minang cukup subur. Tak tanggung tanggung, rata rata dalam setiap laga membobol gawang lawan setengah lusin. Pesta gol, mengiring setiap laga di lakoni
Namun, melangkah lebih tinggi. Berlaga di putaran Liga 4 Nasional, Piala Presiden, Pandeka Minang, terkesan mandul. Dua laga tak satupun gol tercipta. Ya, bisa saja saat Liga Tarkam, bisa melibas lawan, tapi saat masuk gelanggang nasional, tak berkutik menghadapi lawan. Entahlah, baa lah.
Penulis
Novri Investigasi


