
PADANG, INVESTIGASI_Pecinta lagu minang, mungkin tak ada yang tak hafal lagu Ratok Pasaman. Lagu, diilhami perjalanan cinta sang pencipta Syamsir Pulungan dengan istri tercinta, viral sepanjang masa. Muda mudi, tua muda, emak emak akan larut bergoyang jika mendengar lagu ini
Di kafe, pesta pernikahan, berbagai acara yang digelar di hotel maupun lapangan terbuka, lagu ini tak pernah ketinggalan. Baik dibawakan penyanyi maupun tamu undangan. Seakan lagu Ratok Pasaman, lagu wajib disetiap acara. Bahkan, menjadi sisi bagi orang lain untuk menelusuri kisah lagu ini.
Skripsi Mahasisw Unand dan ISI Padang Panjang
Tidak saja dinyanyikan berbagai kalangan. Lagu Ratok Pasaman beserta penciptanya, juga menghilhami untuk membuat skiripsi.
Seperti dua orang mahasiswa Unand dan ISI Padang Panjang., Hazifa Hayatul Mina dan Ferri Eka Putra. Bagi Hazifa Hayatul Mina, ia terinspirasi membuat skripsi Lagu Ratok Pasaman, karena adanya rasa penasaran terhadap lagu yang membuming ini
Melalui skripsinya berjudul ‘Lagu Ratok Pasaman Dalam Pertunjukkan Orgen Orgen Tunggal Pada Acara Resepsi Pernikahan di Kota Bukittinggi Study Tentang Interaksi Musisi dengan Penonton. Mahasiswa Institut Seni Indonesia, Padang Panjang, Fakultas Seni Pertunjukkan, Jurusan Seni Musik itu, menghantarkanya meraih gelar sarjana
Lagu mendunia, menceritakan kisah cinta di Kabupaten Pasaman Barat itu, juga menghilhami Ferri Eka Putra mahasiswa Unand, Jurusan sejarah, Fakultas Sastra. Kisah itu, menginspirasi ia membuat skripsi. Berjudul’ Syamsir Pulungan : Biografi Seorang Pencipta Lagu di Sumatera Barat 1972 – 2008. Dukungan sang pencipta lagu viral itu, Ferri Eka Putra pun sukses meraih gelar sarjana di Unand
Sekilas Lagu Ratok Pasaman dan Sang Pencipta.
Bagi seniman Minang, nama Syamsir Pulungan sudah tak asing lagi. Pencipta papan atas lagu Minang ini, sudah melahirkan ratusan karya terbaiknya. Termasuk Ratok Pasaman. Bahkan lagu ini, menjadi lagu lagu wajib, tak pernah absen berkumandang di alek-alek Rang Minang. Cengkok melayu statis, hentakan irama dinamis, memiliki daya magis, sehingga menghinotis para peminatnya untuk bergoyang bersama-sama.
Bagi Syamsir Pulungan yang akrab disapa mamak itu, lagu satu ini punya kesan sangat mendalam dalam perjalanan hidupnya. Menurutnya, lirik lagu Ratok Pasaman bermuatan ikatan janji (ikrar) dirinya dengan istri tercinta. Ia terilhami saat pulang ke kampung sang istri di Talu. Di sinilah, tercipta lagu Ratok Pasaman, menggambarkan dua hati yang tengah mengikat janji.
Pada salah satu bait lagu tersebut, ada ikatan ikrar Syamsir dengan istrinya, yakni “bajanji arek bakato bana”. Sampai sekarang, ungkap seniman low profile dan mudah bergaul tersebut, ikatan ikrar itu tetap tertepati dan “bajanji arek bakato bana” benar-benar dipegang teguh dalam menjalani kehidupan berumah tangga.
Layak Mendapat Penghargaan
Lagu Ratok Pasaman, tidak saja viral di Indonesia, bahkan juga luar negeri. Dari liriknya, Lagu itu, juga mempromosikan Kabupaten Pasaman Barat ke seantero dunia. Ada beberapa nama lokasi di Kabupaten Pasaman Barat, disebut dalam lagu itu. Seperti Simpang Tigo, Simpang Ampek Batang Pasaman, Pinaga, Batang Sinuruik dan lainnnya.
Dan, berkumandang di dunia musik nasional maupun internasional. Selayaknya, Kabupaten Pasaman Barat, memberi apresiasi terhadap lagu ini dan memberikan penghargaan kepada pencipta. Wacana pemberian penghargaan sudah berembus tahun 90 an, tapi hilang begitu saja. Tak ada salahnya diulang kembali tahun ini. Sebagai bentuk penghargaan kepada seniman yang telah mempromosikan nama daerah. Semoga
Penulis
Novri Investigasi


