
Bersama Maluku United dan PSBS Biak Semen Padang FC, naik kasta ke Liga 1. Bahkan, Semen Padang FC mengalahkan Maluku Utara, sebelum jumpa di grand final menantang PSBS Biak di Pegadaian Liga 2. Sementara, Malut United harus berjibaku melawan Persiraja Banda Aceh untuk merebut satu tempat lagi menemani Semen Padang FC dan PSBS Biak
Naik kastanya Malut United juga menjadi sejarah bagi klub itu. Tak pernah bermimpi untuk promosi ke Liga 1. Padahal, awal kompetisi, banyak meragukan keberadaan Malut United. Jangankan ke Liga 1, lolos 12 besar Liga 2 dianggap mimpi. Tapi, mereka berhasil mengukir sejarah, lolos ke Liga 1 di tahun pertama berkompetisi di panggung sepakbola Tanah Air
Beda dengan Semen Padang FC, sudah berpengalaman di kasta tertinggi sepakbola nasional. Melahirkan pemain dan pelatih nasional. Menjuarai berbagai turnamen. Klub yang disegani di kasta tertinggi sepakbola negeri ini. Kiprah Kabau Sirah dikompetisi sepakbola Indonesia tak diragukan lagi
Pelatih Lokal
Awal kompetisi Liga 1 Semen Padang FC dan Malut United, sama menggunakan pelatih lokal. Semen Padang FC gandeng Hendri Susilo. Sementara Malut United, tetap menggunakan jasa Imran Nahumarury, pelatih yang sukses membawa Malut United ke Liga 1. Namun, kedua pelatih lokal ini, beda nasib
Hendri Susilo, diberhentikan ditengah jalan, karena tak mampu membawa Semen Padang FC meraih kemenangan dan berkutat di zona degradasi. Ia diganti Almeyda pelatih asal Portugal. Bahkan, pemain pilihan Hendri Susilo dirombak besar besaran pada putaran kedua.
Pergantian pelatih dan merombak pemain, tak mampu mengangkat performa Semen Padang FC. Bahkan, untuk bertahan di Liga 1, harus menentukan nasib di laga terakhir menghadapi Arema Malang. Berada di ujuang tanduk. Berharap harap cemas, bertahan atau kembali ke Liga 2
Kolaborasi Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena
Beda dengan Malut United, kepiawaian dan strategi Imran Nahumarury, mampu membawa tim promos itu bersaing di BRI Liga 1. Bahkan, sejarah pun tercipta, klub promosi pertama yang bisa melaju ke empat besar. Belum berakhir kompetisi, tinggal satu laga, Malut United sudah mengunci empat besar
Kolaborasi Imran Nahumarury dan Direktur Teknik Yeyen Tumena, memberikan konstribusi besar terhadap pencapaian Malut United hingga saat ini. Kedua pelatih dan direktur teknik lokal ini, Malut United menjelma sebagai tim baru yang diperhitungkan. Manajemen pun sepakat untuk melanjutkan kerjasama agar Malut United terbang lebih tinggi di kasta tertinggi sepakbola Indonesia
Penulis
Novri Investigasi


