
Pasbar, Investigasionline– Menjelang detik-detik terakhir masa pendaftaran bakal calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pasaman Barat periode 2025–2029, suasana perhelatan organisasi olahraga itu mulai memanas. Sejumlah cabang olahraga (cabor) di Kabupaten Pasaman Barat secara resmi menarik dukungan mereka terhadap bakal calon Wahidul Basri. Langkah ini sontak memicu berbagai spekulasi dan opini di tengah masyarakat olahraga Pasaman Barat.
Fenomena pencabutan dukungan tersebut dinilai sebagai dinamika politik internal KONI yang menunjukkan bahwa proses demokrasi sedang berjalan. Menariknya, sebagian cabor yang mencabut dukungan tersebut langsung menyatakan sikap baru dengan mengalihkan dukungan ke kandidat lain yang juga sudah mendaftarkan diri ke panitia pemilihan.
Ketua Pengurus Cabang Esports Indonesia (ESI) Pasaman Barat, Ronal, pada Jumat (13/6/2025) mengatakan, bahwa pihaknya menjadi salah satu dari beberapa cabor yang menarik dukungan terhadap Wahidul Basri. Ia menyebut hal tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap proses pemilihan yang demokratis dan terbuka.
“Kami dari ESI secara resmi mencabut rekomendasi dukungan kepada saudara Wahidul Basri. Ini kami lakukan demi menjunjung tinggi demokrasi dalam pemilihan Ketua KONI Pasbar. Kami berharap semua cabor dapat memilih secara bebas dan objektif demi kemajuan dunia olahraga,” ujar Ronal.
Menurutnya, keputusan tersebut tidak diambil secara tiba-tiba, tetapi melalui pertimbangan yang matang setelah berdiskusi dengan sejumlah pengurus cabor lainnya. Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah cabor lain pun telah mengambil langkah serupa.
“Bukan hanya ESI. Ada banyak cabor yang telah menyampaikan pencabutan dukungan mereka secara tertulis. Ini adalah bentuk aspirasi dan keinginan agar kepemimpinan KONI ke depan lebih aspiratif dan visioner,” lanjutnya.
Pencabutan dukungan ini menjadi sinyal kuat bahwa peta kekuatan dalam kontestasi pemilihan Ketua KONI Pasaman Barat mengalami perubahan signifikan. Beberapa cabor bahkan telah terang-terangan menyatakan dukungan kepada calon baru yang dianggap lebih mampu membawa perubahan.
Meskipun belum ada pernyataan resmi dari Wahidul Basri terkait arus penarikan dukungan ini, kondisi tersebut tentunya akan mempengaruhi strategi dan langkah politiknya menjelang pemilihan yang dijadwalkan dalam waktu dekat.
Situasi ini sekaligus menunjukkan bahwa pemilihan Ketua KONI Pasbar tidak akan berlangsung monoton. Persaingan diprediksi akan semakin ketat, dan dukungan cabor menjadi penentu utama dalam pemilihan pimpinan olahraga tertinggi di daerah tersebut. Tim


