
INVESTIGASI — MUARO SIJUNJUNG — Anggaran negara bukan sekadar angka yang tercantum dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Di balik setiap rupiah yang dibelanjakan, terdapat amanah publik yang harus dipastikan penggunaannya tepat, tertib, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pesan tersebut mengemuka dalam Forum Konsultasi Publik dan KPPN Sijunjung Awards Tahun 2026 yang digelar oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sijunjung di Aula KPPN Sijunjung, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh para Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dari satuan kerja mitra kerja KPPN Sijunjung yang meliputi Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Dharmasraya, dan Kota Sawahlunto. Selain itu, acara ini juga melibatkan tokoh masyarakat serta insan media guna memperluas ruang komunikasi dalam pengelolaan keuangan negara.
Kehadiran unsur masyarakat dan media dinilai penting karena pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bukan sekadar urusan internal pemerintah dan satuan kerja, melainkan berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat sebagai penerima manfaat utama dari program pembangunan.
Kepala KPPN Sijunjung, Anton Widodo, menegaskan pentingnya posisi KPA dalam mengawal pelaksanaan anggaran di masing-masing satuan kerja. Mengusung tema “Penguatan Peran KPA dalam Pengawasan Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja,” forum ini menekankan bahwa tugas KPA jauh melampaui sekadar pemenuhan kewajiban administratif.
KPA memegang posisi strategis untuk memastikan anggaran dari negara berjalan sesuai rencana, ketentuan, dan tujuan yang ditetapkan pemerintah. Mulai dari penyusunan DIPA, penetapan pejabat perbendaharaan, penyusunan rencana kegiatan, pencairan dana, hingga pengendalian dan pengawasan (supervisinya), KPA berada di garda terdepan rantai pengelolaan keuangan negara.
Oleh karena itu, pengawasan tidak seharusnya menunggu permasalahan telanjur muncul. Perkembangan pelaksanaan anggaran perlu dicermati sejak dini agar potensi kendala dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti.
Pemanfaatan Teknologi Digital
Dalam aspek ini, Direktorat Jenderal Perbendaharaan telah menyediakan MyIntress, sebuah platform digital yang dirancang untuk membantu KPA memantau perkembangan pelaksanaan anggaran secara cepat dan berbasis data.
Melalui platform tersebut, KPA dapat melakukan pemantauan (monitoring), mengakses peringatan dini (early warning), melihat capaian kinerja, melakukan evaluasi, serta mengambil langkah pengendalian yang diperlukan. Fitur peringatan dini, misalnya, sangat membantu mendeteksi potensi keterlambatan pelaporan maupun kendala teknis lainnya dalam pelaksanaan anggaran.
Sementara itu, melalui dasbor dan menu tematik, KPA dapat memantau realisasi anggaran, capaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA), serta berbagai indikator keuangan lainnya secara transparan.
Anggaran Bukan Sekadar Angka
“Anggaran yang baik membutuhkan pengawasan yang baik pula,” menjadi salah satu benang merah dalam forum tersebut. Keberhasilan pengelolaan keuangan negara tidak diukur dari besarnya anggaran yang terserap, melainkan dari proses yang akuntabel, kepatuhan terhadap ketentuan, serta keluaran (output) nyata yang dihasilkan.
Jon Hendri, insan media dari INVESTIGASI Sijunjung, berpendapat bahwa keterbukaan informasi publik mengenai APBN merupakan hal krusial yang harus terus dirawat. Menurutnya, masyarakat tidak boleh hanya melihat APBN sebagai angka besar di atas kertas, melainkan harus merasakan dampak dan manfaat nyatanya.
“Media tentu tidak berada di dalam ruang pengelolaan anggaran, tetapi media berperan menyampaikan informasi kepada publik secara berimbang. Ketika KPA bekerja dengan baik, KPPN melakukan pembinaan, dan masyarakat mendapat informasi yang transparan, maka kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara akan tumbuh,” ujar Jon Hendri.
Ia juga menilai bahwa kehadiran teknologi seperti MyIntress memberikan warna baru yang positif bagi efektivitas pengawasan anggaran. Pengawasan kini tidak lagi reaktif menunggu masalah membesar, melainkan proaktif berbasis data.
Apresiasi bagi Satuan Kerja Berkinerja Terbaik
Rangkaian acara ini ditutup dengan pemberian KPPN Sijunjung Awards Tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada satuan kerja yang menunjukkan kinerja unggul dalam pelaksanaan anggaran selama Semester I Tahun 2026.
Penghargaan diberikan berdasarkan sejumlah kategori, mulai dari capaian IKPA, inovasi digitalisasi pengelolaan keuangan, hingga ketepatan pelaporan dan pertanggungjawaban.
Melalui sinergi yang kuat antara KPPN, KPA, pemanfaatan teknologi, serta pengawasan aktif dari masyarakat dan media, pengelolaan keuangan negara diharapkan tidak berhenti pada tertib administrasi semata. Lebih dari itu, langkah ini menjadi wujud nyata dalam menjaga amanah negara agar setiap rupiah dari APBN benar-benar bermuara pada kesejahteraan rakyat.
(Jhendri)


