
Target yang diusung PSP Padang dibawah Ketua Umum Amril Amin dan Ketua Harian, Osman Ayup ‘Membangkik Batang Tarandam’ atau mengembalikan kejayaan Pandeka Minang, tak semudah membalikkan telapak tangan.
Keluar dari dasar jurang, jalan terjal dan berliku dihadang, langkah berat turun ke gelanggang. Apalagi, untuk mengembalikan kejayaan, harus merangkak di Kompetisi Tarkam, Liga 4 PSSI. Kalau pun sukses di Liga 4 PSSI Sumbar, beban berat dipundak mewakili ke Liga 4 nasional, demi mencuri tiket ke Liga 3. semudah itukah?
Suntikan dana APBD Rp1 Miliar, demi mencapai impian, diakui memang ‘suntikan’ sangat dibutuhkan klub plat merah. Sebab, masih menyusui dari APBD. Bukan sekedar suntikan, tapi harus dipertanggungjawabkan lewat prestasi, bukan sekedar partisipasi.
Sesuai harapan Walikota Padang, Fadly Amran, dana segar itu, bagian dari upaya membangkitkan sepakbola. Apalagi, keikutsertaan PSP di Liga 4 PSSI Sumbar, juga simbol kebangkitan olahraga di Kota Padang. Mimpi yang perlu diwujudkan ditengah keterpurukan Pandeka Minang
Mengenang Kejayaan
PSP Padang, termasuk klub disegani. Pernah menancapkan eksistensi di kompetisi kasta tertinggi pada musim musim awal era profesional pasca peleburan Perserikatan dan Galatama. Klub kebanggaan urang awak ini promosi dari Divisi 1 ke Liga Kansas 1996 – 1997.
Di Liga Kansas 1996 – 1997, PSP tidak mau kalah gereget dari klub lain yang berlebel raksasa. Bahkan, berani merekrut trio Brazil eks Semen Padang, Antonio Claudio, Brazio dan Claudio Luzardi. Tak pelak, derbi dengan Semen Padang selalu ditunggu pecinta sepakbola di Ranah Minang ini.
Pernah turun kasta bersama dua klub lain. Persiraja Banda Aceh dan Persikabo Bogor. Moment yang sangat pahit, menandai akhir perjalanan mereka di level elite. Meski sempat merangkak naik saat promosi dari Divisi 1 ke Divisi Utama era ISL 2007
Kurang Kepedulian
Selama dipegang dua Ketua Umum, juga kepala daerah, PSP seakan tak mendapat perhatian. Prestasi melorot tajam, sampai menghuni Liga Tarkam atau sekarang Liga 4. Liga terendah di kasta sepakbola Indonesia
Tak perlu panjang lebar berbicara. Buktinya, saat mengarungi Liga 3 Asprov Sumbar musim 2023 – 2024, seakan lepas dari perhatian walikota yang juga menjabat Ketua Umum PSP Padang
Penulis merasa sedih, bercampur pilu, saat menyaksikan PSP Padang bertarung di Liga 3 Asprov Sumbar musim 2023 – 2024. Langkah PSP Padang terhenti di semi final. Itupun disingkirkan klub debutan Josal FC Piaman. Bukan kekalahan dramatis, tapi kekalahan tragis. Dibantai di 2 leg laga dimainkan.
Sebelumnya pada Liga 3 Asprov Sumbar musim 2021 – 2022, PSP Padang juga terhempas di semi final, setelah dikalahkan PSBK Bukittinggi diwarnai tragedi 2 menit. Dan, musim 2024 – 2025, tak ikut berpartisipasi, alasan bertepatan dengan Pilkada. Lalu, bagaimana musim 2025 – 2026. Apakah, suntikan dana Rp1 miliar, Pandeka Minang lolos dari lubang jarum kompetisi Tarkam Liga 4 PSSI Sumbar? Bersambung
Penulis
Novri Investigasi


