
Cando api tak kunjuang padam
Bapantang langkah ka suruik
Lah dicubo marantau ka Batam
Manjadi karyawan panyambuang hiduik
Baumpamo layang putuih tali
Kawan sairiang nan manyemba
Marendo untuang juo di Bekasi
Dek arok manjadi artis ibukota
Lamo manampuah jalan babelok
Kok lai basuo jalan mandata
Bakat di asah Edi Cotok
Diajak rekaman Bunda Dorce Galatama
Siapa tak kenal Ajo Latuih. Penyanyi bernama asli Robi Prasetia. Menempuh jalan berliku, pernah menjadi karyawan perusahaan saat merantau di Batam. Dan, mengadu nasib di Bekasi berharap menjadi artis nasional. Akhirnya babelok jalan di tampuah, basobok Edi Cotok, Ajo Latuih batamu jalan luruih
Sekilas Tentang Ajo Latuih
Bernama asli Robi Prasetia, pria kelahiran 21 September 1986, namun di KTP tertera 05 Februari 1986 di Taluak, Kota Pariaman, Ajo Latuih nama panggungnya merupakan anak satu satunya dari pasangan Alm. Ibu Suarni dan Bpk. Zakirman. Ia juga punya kakak se-ibu, Tuti. Dan, juga punya kakak yang se-ayah, Susi, Bastian dan Febi.
Ajo Latuih menyelesaikan pendidikan dasarnya di SDN 15 Taluk (1999), sekarang sudah menjadi SDN 12 Taluk. SMP N 2 Pariaman (2002) dan SMA N1 Pariaman (2005). Laki laki bermottokan’ 99 % bakat, 1 % kegigihan = gagal. Tapi, 1 % bakat, 99 % kegigihan = sukses.
Ajo Latuih seorang Seniman sejati yang telah banyak berkarya di dunia musik. Ia sosok penyanyi kocak dan sering berpasangan dengan artist artist komedi lain, seperti Edi Cotok, Mak Lepoh, Upiak Isil.
Selain jadi penyanyi Ajo Latuih juga sering tampil sebagai MC, pembawa acara, endorse, pemeran dalam teather, Bahkan sempat juga bermain film. Pria bertalenta ini, juga sebagai aktorn Ia sering membawakan peran tokoh dalam beberapa naskah teater. Kemampuan itu, disebabkan ia pernah kuliah di ISI Padangpanjang jurusan teater selama 6 semester. Namun tidak terselesaikan karena lebih banyak ditawarkan job acara keluar daerah.
Walaupun tidak menyelesaikan studi di kampus, Ajo Latuih sering juga diundang kampus untuk mengisi acara acara di kampus. Seperti, dies natalis, acara orientasi mahasiswa. Juga sering diundang untuk mengisi acara pesta pribadi dosen dosen yang pernah mengajarnya
Bertemu Jodoh
Sekian lama berkarir, akhirnya Ajo Latuih menemukan jodohnya Elfira AMd A.K, pegawai UPTD Laboratorium Kesehatan Sumbar. Cinta mereka bersatu dalam akad nikah di Palinggam, Pasa Gadang, Kota Padang 19 Juni 2019. Sekarang, ia dikarunia seorang putri hebat, Arinda yang lahir 06 Juli 2020. Karena kelahiran putrinya, Ajo Latuih menciptakan sebuah lagu yang berjudul Arinda. Ingin tahu lagu itu, bisa menikmatinya lagu ini di seluruh Flatform Musik Digital Dunia.
Perjalanan Hidup
Bicara soal domisili dan ditanya pernah tinggal di Pariaman? Ya, pasti, itu sebabnya dipanggil Ajo. Pariaman kampung halaman, tempat ia dilahirkan. Namun, Ajo Latuih lebih banyak merantau. Ia pernah tinggal di Batam, menjadi seorang karyawan sebuah perusahan yang ada di Muka Kuning selama 5 tahun (2005 – 2010). Bahkan, pernah tinggal di di Busur, Padangpanjang tempat istirahat sehabis pulang kuliah (2010 – 2013). Ia juga pernah tinggal di Bekasi. Demi sebuah impian melanjutkan karir menjadi artis di Ibukota.
Namun, setelah mendapatkan pasangan hidup, ia tinggal di solok. Sebab, mengikuti jejak isteri yang terikat kerja di Labor RSUD M. Natsir. 2023 ia juga harus mengikuti langkah isterinya lagi dan pindah ke Kota Padang. Sebab, Isterinya resmi menjadi pegawai UPTD Labkes Sumbar.
Awal.Karier
Dari kecil Ajo Latuih sudah hobi menyanyi, meski tak berani pegang mic. Ia sering nyanyi sama kawan Kawan menggunakan gitar. Saat remaja, ia udah berani nyanyi nyanyi dikondangan, walau kadang cacat tempo. Ada rasa malu, tapi tetap pede.
Begitu juga saat ‘marendo untuang’. Begitu juga di Batam tempat kerja, sering juga menyanyi. Setelah putus kontrak kerja, ada keinginan melanjutkan karier menjadi artis. Ia bulatkan tekad untuk pulang kampung demi menjadi seorang penyanyi.
Dukungan Edi Cotok
Demi mencapai harapan, Ajo Latuih mendatangi kediaman Edi Cotok dan Wati Mono di Bukittinggi. Berbekal seadanya dan membawa ransel ia belajar menjadi penyanyi. Bagi, Ajo Latuih
Edi Cotok penyanyi Kocak melegenda itu, menjadi pembuka kariernya. Ia meminta Cabiak (artist lawak) menyarankan Ajo Latuih untuk kuliah di ISI Padangpanjang. Di kampus itu, banyak artist artist senior dan pencipta pencipta lagu hebat yang menjabat sebagai dosen. Seperti Efrinon, Alkalom, Mak Hitam, Fir Arjuna, Mak Lenggang, Pak Katil, Susandra Jaya
“Salah satu dari dosen dosen kampus ini, Mak Hitam membawa Ajo Latuih rekaman di Studio Jhonpy Bukittinggi. Lawak Bagalak Segeh, album perdana Ajo Latuih dengan personil Mr. Kalek, Yeni KDI, Upiak Segeh dan Ajo Latuih.”
Alhamdulillah saat itu (2011) album ini lumayan laris. Mulai dari sini saya mulai dilirik masyarakat. Bahkan, mengisi acara ke luar kota dan keluar provinsi. Tentunya, masih digandeng Mak Itam sebagai Produser pertama,” katanya
Ikut Festival Nasional
Kariernya makin melejit. Terbukti,
di kampus, ia mendapat mandat dari Pak Katil, dulu sebagai Dosen PA untuk Tim Kuciang Tuo ikut lomba ke Jogja membawa nama Sumbar
“Alhamdulillah, Tim Kuciang Tuo berhasil mendapatkan juara II untuk tingkat nasional dalam Acara Festival Pekan Informasi Nasional STIVAL di Jogja tahun 2011. Bahkan, acara itu diliput TVRI dan media Nasional. ” itulah perdana saya masuk TV Nasional dan dimuat di koran. Sungguh membanggakan,” katanya mengenang masa lalu.
Sejak saat itu, karir Ajo Latuih melejit dan tak pernah redup. Ajo Latuih semakin semangat berkarya dan telah bergabung dengan beberapa produksi ternama Sumbar. Diantaranya, Leprin Produksi, WIN Record, Global Music, Azzalika Studio, HPC Production, Wayoik Production dan CPH Production.. Musim baganti tahun batuka. Zaman VCD pun hilang seketika dengan hadirnya dunia Digital.
Semangat terus menyala dalam berkarya. Semua karyanya di daftarkan ke Wahana Musik Indonesia ( WAMI). Sebuah Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) di Indonesia yang mengelola hak cipta musik para anggota. Terutama, royalti atas hak pengumuman (performing rights).
“WAMI adalah organisasi nirlaba yang bertujuan untuk melindungi karya musik anggotanya, ketika digunakan di tempat umum yang bersifat komersial. Juga mendistribusikan royalti yang diperoleh. Nah, bagi pembaca yang mempunyai karya silahkan daftarkan ke WAMI,” ajak Ajo Latuih
Dilirik Dorce Galatama
Tak pernah terduga, seakan bermimpi, artist papan atas Bunda Dorce Gamalama, mengagumi ketangkasan Ajo Latuih dalam performancenya enerjik dan lincah di atas panggung.
Alhasil, Dorce Gamalama pun meminta Ajo Latuih untuk membawakan karya karya Bunda dorce. Rekaman dan shooting dilaksanakan Jakarta. Proses rekaman produksi dari Bunda Dorce Gamalama mendapat support dari Artist artist Nasional. Seperti, Dewi Persik, King Nassar, Thomas Djorghi, Rian Ibram, Carendelano dan artis papan atas lainnya.
Tak percaya! Lihat saja, video support artis artis nasional di akun Tiktok Ajo Latuih, yang susah terverifikasi ke Artisan nya.
Kedekatan Ajo Latuih dengan Bunda Dorce Gamalama sudah lama terjalin.
Bahkan, Dorce pun menyempatkan terbang ke Padang untuk menemui Ajo Latuih. “Meski, Dorce Gamalama meninggal, Ajo Latuih tetap semangat dalam berkarya. Berdoa, agar suatu saat nanti salah satu karya nya juga melejit seperti artist artist lainnya
Karya karya Ajo Latuih yang viral dan digemari pecinta musik minan. Bahkan, bisa dinikmati di seluruh flaform music Dunia, S
seperti Spotify, Deezer, Apple Music, Tiktok, Amazone Music, Youtube Music. ” Atau, silahkan saja buka Apk Youtube dan Searching Ajo Latuih,” katanya berpromosi
Di tahun 2025 ini, Ajo Latuih, membuat group terbaru dan diberi nama unik, berdasarkan singkatan dari nama pesonel (Wati Mono, Mak Lepoh, Ajo Latuih, dan Edi Cotok)
“Dan, lagu Walelatok pun sudah bisa kita nikmati disemua Flatform Music digital dunia.” Ingin dihibur bersama Ajo Latuih atau mengundang group nya Walaletok, bisa ditemui di FB, IG dan di deskripsi Channel Youtube Ajo Latuih,” katanya mengakhiri.
Penulis : Alwisray
Editor : Novri Investigasi


