
Catatan Ringan Richard AKB
Akhir akhir ini istilah “Tuan Takur” begitu ngetop, bahkan seperti menjadi momok yang ditakuti dan dipandang minor.
Istilah “Tuan Takur” bila dibaca dari berbagai referensi adalah, gelar kehormatan di India yang merujuk pada tuan tanah, pemimpin wilayah atau bangsawan.
Secara populer istilah ini merujuk karakter antagonis ikonik yang sering diperankan oleh aktor Filem India Amrish Puri
Istilah ini juga digunakan secara metafora untuk menggambarkan sosok yang dominan, “penguasa” , atau “oknum” kalau di Indonesia nya.
Bila dilihat lebih dekat, kata Takur berasal dari India yaitu Thakur, yaitu gelar untuk penguasa , bangsawan atau tuan tanah di beberapa wilayah di India
Bila dikaitkan dengan dunia perfilman di India yang diperankan oleh bintang Hollywood Amrish Puri digunakan secara metafora, merupakan seorang sosok penjahat yang kejam, atau tuan Takur antagonis ( Dalam Filem India).
Dalam perkembangannya istilah tersebut sering digunakan di sejumlah negara, termasuk Indonesia,
“Tuan Takur” adalah seseorang yang bersosok sebagai penguasa informal, yang berdiri diluar pemerintahan atau parlemen dalam berbagai aktifitas penting.
Bahkan juga diibaratkan seseorang yang bisa mengatur berbagai hal diluar ketentuan, baik di suatu lingkungan pemerintahan, parlemen atau dimana saja.
Yang “Tuan Takur” itu sendiri bukanlah berada di struktur pemerintahan, parlemen atau lembaga resmi lainnya?.
Begitulah barangkali gambaran sekilas yang bisa dilihat dan diamati dalam.kehidupsn sehari hari.
Kenapa istilah “Tuan Takur” begitu menjadi populer dan menjadi momok di tanah air. Karena mereka sosok yang bermain dibelakang layar.
Yang “katanya” bisa mengatur sesuatu sesuai kehendaknya, baik atas kemauan sendiri, kelompok atau oknum oknum.tertentu yang juga bermain dibalik layar untuk mendapatkan sesuatu yang “Manis” atau “Cuan” dalam istilah kontemporernya.
Kadangkala eksistensi ” Tuan Takur” itu juga ada plus minusnya. Sesuatu yang Ndak bisa tembus di jalur formal, melalui tuan Takur bisa tembus.
Kalau saja “Tuan Takur” itu berbuat dan bekerja full , sesuai aturan main, perannya akan menjadi sangat penting dan strategis. Tetapi karena bergerak “terkesan”diluar ketentuan .
Itulah pulalah yang menyebabkan
orang berpandangan negatif/ minor.
Apakah istilah ” Tuan Takur” atau perannya bisa hengkang dari dunia perekonomian dan perpolitikan ?.
Begitu juga, Apakah kerja “Tuan Takur ” sama dengan broker, calo, perantara, atau pialang??,
Tentu
pembaca yang menilainya.
Semoga peran ” Tuan Takur” yang disebut sebut saat ini , tidak sejahat yang di perankan oleh Bintang Flem Holywood Amrish Puri, yang berbuat sesuka hatinya diluar ketentuan.


