
Laga Semi final cabang olahraga sepakbola, bakal seru. Empat tim sudah tak sabar lagi menanti laga, demi mengunci tiket final. Tanpa juara bertahan Kabupaten Padang Pariaman, empat tim punya peluang besar membawa pulang emas termahal Porprov XVI Sumbar
Empat tim yang adu nasib di babak semi final, Kota Padang, Kota Sawahlunto, Kabupaten Tanah Datar, Kota Payakumbuh, punya peluang sama. Tinggal kepiawaian pelatih meracik tim dan memompa semangat pasukan untuk memberikan yang terbaik.
Karena, perebutan emas termahal ini, tidak saja adu strategi, juga gengsi dan harga diri. Prinsipnya, bagi tiga tim, biarlah tak juara umum Porprov, tapi sukses mendulang emas sepakbola. Beda dengan Kota Padang, juara umum Porprov, terasa hambar tanpa medali emas di cabang ikulit
bundar ini
Laga Panas Kota Arang dan Kota Bingkuang
Tanpa mengenyampingkan semifinalis lain, menarik untuk mengupas Laga Semi final antara Kota Sawahlunto menghadapi Kota Padang, Kota Arang dan Kota Bingkuang. Karena, dua tim punya rapor bagus, melewati babak penyisihan hingga delapan besar. Sampai mempertemukan dua tim ini dibabak semi final
Sepak terjang Kota Sawahlunto, terlihat perkasa saat menghempaskan juara bertahan Kabupaten Padang Pariaman dengan skor telak 4 – 1. Kalah melawan Kabupaten Tanah Datar 2-1, Kota Arang meradang dan membantai Pasaman Barat dengan skor 5-2. Pada babak 8 besar tuntaskan perlawanan Solok Selatan dengan skor 2 – 0
Perjalanan Kota Padang menuju empat besar, tanpa tersentuh kekalahan. Pada laga perdana ditahan Kota Pariaman dengan skor kacamata. Laga kedua tumbangkan Kabupaten Agam 4-0 dan laga terakhir menang tipis melawan Kabupaten 50 Kota dengan skor 3 – 2. Dibabak delapan besar pulangkan Kabupaten Pasaman dengan skor 3-0.
Jika dilihat produktifitas gol Kota Sawahlunto unggul dengan memasukkan 12 gol, sementara Kota Padang 10 gol. Kemasukan, selama babak penyisihan hingga delapan besar 5 gol bersarang ke gawang Kota Sawahlunto. Sementara, Kota Padang hanya kemasukan 2 gol. Ini melihatkan berapa tajamnya penyerang Kota Sawahlunto dan tangguhnya pertahanan Kota Padang
Prediksi
Sulit memprediksi siapa yang akan menyegel tiket final. Sebagai Kuda Hitam, peluang Kota Sawahlunto, juga terbuka lebar. Main lepas tanpa beban, bakal memuluskan langkah menuju babak final. Beda dengan Kota Padang, beban dipundak cukup tinggi. 39 tahun tanpa medali emas sepakbola, menjadi cambuk untuk patahkan rekor.
Ditambah gengsi juara umum Porprov tanpa emas sepakbola, tanpa sayur tanpa garam. Sehingga kekuatan berganda dan semangat semakin menyala. Iming iming bonus dari Ketua PSSI Kota Padang, Mastilizal Aye, SH, menjadi suplemen pemain untuk bertarung mati matian di lapangan. Laga menarik, dua ambisi yang berbeda satu tujuan meraih emas sepakbola. Siapa pemenangnya?
Penulis
Novri Investigasi


