
PADANG, INVESTIGASI_Padang Sarai, biasanya sunyi. Sunyi itu, semakin senyap, saat mereka yang terlibat dalam pekerjaan, diam dan bungkam. Ketika dikonfirmasikan terkait pekerjaan, tak ada jawaban. Konfirmasi, bukan tanpa alasan, sebab ditenggarai ada kejanggalan dalam pekerjaan
Hanya terdengar hiruk pikuk pekerja dan alat berat, mengiringi suara diam mereka. Sekedar diketahui, pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan mengalokasikan anggaran untuk program Kampung Nelayan Merah Putih dan pembudidaya tradisional. Padang Sarai, termasuk mendapat bantuan pusat Kampung Nelayan Merah Putih
Proyek yang dikerjakan PT. Indopenta Bumi Permai perusahaan asal Surabaya, dalam tahap pekerjaan. Namun, melihat kondisi di lapangan dan cuaca ekstrem di penghujung tahun, diyakini pekerjaan Kampung Nelayan di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, bakal terlambat dari jadwal
Material dan BBM Dipertanyakan
Namun, ada yang menarik dan menjadi perhatian, sepanjang dimulainya pekerjaan. Dibalik tujuan pekerjaan yang akan mengubah lokasi itu menjadi bersih, ada suara sumbang terhadap pekerjaan proyek senilai Rp13.187.057.000, bernomor kontrak B.6064/D.PJT.6/PI.420/PPK/IX/2025 itu
Suara sumbang itu, terdengar sayup sayup.
ditenggarai material timbunan untuk pekerjaan ilegal atau tak memiliki izin. Terendus, modusnya, antara surat dukungan material tertera dalam dokumen dengan pengambilan saat pekerjaan tak sejalan. Izin ditempat lain yang berizin, sementara material diambil di lokasi lain tak berizin
Begitu juga Bahan Bakar Minyak (BBM), terindikasi juga ilegal. Seharusnya, menggunakan BBM non subsidi. Kenyataanya, diambil dari non subsidi. Disebut sebut ada yang bermain pengadaan material dan BBM ini.
K3 dan APD Diragukan
Kalimat indah, menggugah, terpampang indah dilokasi pekerjaan. Sayang, tak sejalan kenyataan dilapangan. Tak percaya! Lihat saja tulisan Utamakan Kesehatan, Keselamatan Kerja, Anda Memasuki Kawasan Tertib K3, Wajib Menggunakan Alat Pelindung Diri, hanya pemanis belaka
Dalam plang itu, juga mengingatkan, gunakan helm keselamatan, gunakan sepatu keselamatan, gunakan masker, gunakan sarung tangan, gunakan rompi keselamatan. Namun, terlihat pekerja tak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Wajar, plang sekedar penghias lokasi menjadi tanda tanya warga.
Bungkam Tanpa Jawaban
Ingin mendapat jawaban, berharap ada keseimbangan dalam pemberitaan. Media inipun menunggu jawaban. Saat dikonfirmasikan kepada Ramson yang disebut sebut, bertanggungjawab dilapangan, dikonfirmasikan via WAnya, tak kunjungi ditanggapi. Beberapa jam, lebih dinanti, sampai berita ini diturunkan, tak kunjung ada jawaban. Rama


