
JAKARTA, INVESTIGASI_Kabupaten Pesisir Selatan yang terkenal dengan ‘Sejuta Pesona Wisata’, menyimpan cerita duka. Penyitaan kebun sawit, masih menyisakan persoalan. Riak ini menuai tanggapan Ketua Umum Bara Progib 08, Pilpres 2024, Nusirwan Chaniago, SE. Putra daerah Pesisir Selatan yang aktif dalam berbagai kegiatan dan turut memenangkan Prabowo pada Pilpres 2024, menanggapi dengan bijak pernyataan itu
Melalui pointer pointer untuk disampaikan kepada publik, ada beberapa point yang perlu menjadi perhatian. Presiden Prabowo menerbitkan Perpres No. 05 Tahun 2025, Tentang Penertiban Kawasan Hutan yang dilakukan oleh korporasi tanpa izin
Untuk itu, dibentuk Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) di seluruh Indonesia, dilakukan penyitaan oleh PKH
Beberapa perusahaan yang sawit yang disita, PT. SJAL daru Incasi Raya Grup, belokasi di Kecamatan Pancung soal lama ( Renah Indojati ) Kabupaten Pessel. Selanjutnya, kebun kebun Sawit yang disita diserahkan ke PT. Agrinas Palma Indonesia (Persero) BUMN yang dibentuk oleh Presiden Prabowo untuk dikelola kebun kebun Sawit yang disita tersebut
Sementara, PT. Agrinas, mengemban tugas misi Presiden Prabowo, bertujuan sawit untuk rakyat. Artinya, yang dekat dengan rakyat adalah koperasi koperasi yang ada di daerah setempat. Begitu juga pengurusnya, berasal dari daerah setempat. Tujuannya untuk mengeliminir resestensi dari masyarakat setempat
“Untuk itulah, Koperasi Lingkar Renah Indojati yang pengurusnya semuanya berasal dari daerah setempat dan mempunyai kapasitas di bidang Koperasi, mengelola kebun sawit. Baik, profesi di bidang hukum, ligitasi maupun non litigasi. Dan, mengajukan permohonan kepada PT. Agrinas surat minat Letter of Intent (LOI) KSO atas penyitaan PT. SJAL oleh PKH,” katanya
Namun, lanjut Nusirwan Chaniago, permohonan Koperasi Lingkar Renah Indojati ini mendapatkan penentangan dari Pejabat Pemda Kabupaten Pessel (tidak perlu disebutkan namanya). Bahkan, berkirim surat kepada PT. Agrinas menyampaikan nada negatif. Salah satunya dituding pengurusnya tidak punya kapasitas, penolakan dari masyarakat dan mengatasnamakan putera daerah
“Padahal semua pengurusnya asli putera daerah setempat. Atas surat pejabat tersebut yang menyampaikan, hal yang negatif terhadap pengurus, jelas tidak diterima dan, pasti ada agendanya. Terbetik berita, akan membawa perusahaan, pejabat tersebut dengan cara melakukan politik belah bambu,” jelasnya
Sosok yang dikenal keras dan tegas itu, juga mengatakan, semestinya sebagai pejabat mendukung dan mengarahkan KSO ke Koperasi. Sebab, langsung menyentuh masyarakat. Mengutip pernyataan Presiden Prabowo, sawit untuk rakyat Inilah prinsip PT. Agrinas menjalankan misi presiden
“Jelas misi yang dibawa oleh pejabat tersebut mengkondisikan korporasi untuk KSO dengan Agrinas atas penyitaan PT. SJAL. Ini bertentangan dengan misi Presiden Prabowo. Alasannya, kalau korporasi lagi, berarti sama seperti yang terjadi selama ini. Banyak ketimpangan keadilan, rakyat tetap saja termarginal,” imbuhnya lagi
Diakhir pernyatannya, Nusirwan Chaniago menyampaikan, seharusnya ini dipahami, PT. Agrinas yang mempunyai kewenangan mutlak dan tidak bisa dipengaruhi dari pihak manapun. Mengatur pengelolaan atas penyitaan kebun sawit di kawasan hutan oleh Satgas PKH. Apalagi, membawa misi Presiden Prabowo.
Penulis
Novri Investigasi


