
Tak perlulah bercerita, kisah perjalajanan panjang ‘Pandeka Minang’ PSP Padang. Iba hati, sesak dada, seakan tak percaya. Berada di kasta tertinggi sepakbola negeri ini. Melahirkan pelatih dan pemain nasional. Sekarang, terperosok ke jurang paling dalam. Kasta terendah sepakbola nasional.’Pandeka Minang’ tinggal cerita dan tak lagi jadi kebanggaan. Naif, pedih. Itulah yang terjadi, membuat miris hati.
Duka berkepanjangan dan kembali terulang, PSP Padang, menjadi bulan bulanan klub ‘kemaren sore’ di Liga 3 Tarkam musim 2023-2024. Dan, pada Liga 4, kasta terendah sepakbola nasional, tak ikut musim kompetisi 2024- 2025 dengan alasan Pilkada
Harapan penggemar sepakbola Kota Padang, dana yang menjadi masalah selama ini, bisa diambil dari APBD. Ditambah dukungan sponsor melalui proposal. Sehingga, sejarah kelam dua walikota, membuat PSP Padang merana tak berdaya, tak terulang kembali. Apalagi, Sampai kehilangan nama besar di percaturan sepakbola nasional.
Harapan untuk bangkit kembali, terbuka. Ditangan Walikota Padang, Fadly Amran, harapan itu dititipkan. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri, memperbolehkan klub amatir menggunakan dana APBD, menjadi harapan bangkit dari keterpurukan
Surat Edaran bernomor 400 2/3883/SJ tentang Dukungan Pelaksanaan Kompetisi Sepakbola Amatir yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Ditanda tangani Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavan, tertanggal 15 Agustus 2024 itu, ditujukan kepada Gubernur, Walikota dan Bupati
Pada point 4 disebutkan Gubernur selaku wakil pemerintah pusat di daerah agar melakukan evaluasi dan monitoring atas dukungan pendanaan pelaksanaan kompetisi sepakbola amatir yang bersumber dari APBD dan melaporkan hasil pelaksanaannya secara triwulan kepada Menteri Dalam Negeri melalui Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri dan tembusan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga melalui Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga
Dianggarkan di APBD Perubahan
Dengan adanya Surat Edaran itu, diharapkan PSP Padang mempersiapkan diri menghadapi kompetisi Liga 4 musim 2025 – 2026. Agar tak terkendala anggaran, Walikota Padang harus menganggarkan di APBD perubahan 2024. Persiapan panjang dan matang, harus dilakukan, karena ketatnya persaingan di Liga 4 ini.
Bukan senior saja, anggaran juga dipersiapkan untuk jenjang usia. Khusus untuk senior, demi mengangkat PSP Padang dari keterpurukan, Walikota Padang bisa menganggarkan Rp500 juta. U 17 diperkirakan mencapai Rp200 juta, U15 sekitar Rp150 juta dan U 13 Rp100 juta. Biaya bisa bertambah dua kali lipat, jika lolos ke tingkat nasional
Jika ini tidak dilakukan, maka akan terkendala dalam menghadapi kompetisi yang butuh dana segar. Tidak ikut kompetisi, Fadly Amran walikota ketiga yang membuat PSP Padang, makin terpuruk di kasta terendah liga nasional. Semoga peluang emas melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri, dimanfaatkan Fadly Amran. Itupun kalau masih peduli dengan PSP Padang atau dibiarkan terbenam dalam jurang. Bersambung
Penulis
Novri Investigasi


