
PADANG, INVESTIGASI_Tekat Semen Padang FC meraih point penuh di kandang sendiri, menghadapi Malut Utara, tak tercapai. Luka dibantai 3 gol tanpa balas melawan Arema FC dan laga melawan Malut United menjadi pelampiasan, gagal
Bahkan, nyaris menelan kekalahan, setelah babak pertama ketinggalan 2-0. Namun, nasib Kabau Sirah, terselamat dipenghujung laga dan Injuri time.
Dramatis, itu yang tersaji saat Semen Padang FC menghadapi Malut United pada lanjutan Liga 1, Jumat (20/2/2026) malam di Stadion GOR Haji Agus Salim. Laga ini berakhir imbang 2-2, menyelamatkan tuan rumah dari kekalahan. Namun, terselamatkan di menit-menit akhir pertandingan.
Malut United tampil efektif di babak pertama dan mampu membuka keunggulan melalui gol Tyronne pada menit ke-21. Tim tamu kemudian menggandakan skor lewat Nilson Junior pada menit ke-40, membuat Semen Padang tertinggal 0-2 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Semen Padang meningkatkan tekanan untuk mengejar ketertinggalan. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil menjelang akhir laga ketika Kianz Froese mencetak gol pada menit ke-87 yang kembali menghidupkan asa tuan rumah.
Drama belum berhenti. Di masa injury time, Maicon Souza berhasil mencetak gol penyeimbang pada menit 90+1 dan memastikan skor berubah menjadi 2-2. Hingga peluit panjang dibunyikan, kedudukan imbang tetap bertahan.
Hasil ini membuat kedua tim harus puas berbagi poin setelah Malut United sempat unggul dua gol lebih dulu, sementara Semen Padang menunjukkan mental kuat dengan bangkit di penghujung pertandingan.
Hasil laga ini, tak mampu membawa Semen Padang FC, keluar dari zona degradasi. Bahkan, bertahan diposisi 17 klasemen sementara dengan point 16. Masih berada di zona merah bersama Persija dan Persis Solo. Nv


