
Ka Parak batanam Pisang
Tumbuah sarumpun Bungo Mawar
Armizoprades nan disabuik urang
Kepala Dinas BMCKTR Sumbar
Habih raso dek angan angan
Disiko hati Mako ka gamang
Kok karajo usah diragukan
Paneh hujan nan di hadang
Tumbuah Bungo di tangah laman
Kumbang juo nan ka ingok
Mako acok turun ka lapangan
Karajo bakualitas nan diarok
Hujan dan badai, panas mentari, tak menghalangi langkah Armizoprades, Kadis Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar, untuk turun ke lapangan.
Libur, menempuh jalan bertanah, berlumpur dan beratnya medan tak menyurutkan langkah melakukan monitoring pekerjaan. Satu tekat yang tertanam, demi terciptanya infrastruktur jalan mantap
Bukan sekedar cerita atau pemanis kata. Tapi, fakta yang terjadi di lapangan. Tak percaya, Minggu, (19/7) bersama Kepala Bidang Bina Marga beserta rombongan melanjutkan kegiatan monitoring pada Ruas Jalan Pasar Baru – Alahan Panjang (P.073) dan Ruas Jalan Alahan Panjang – Kiliran Jao (P.082.1).
Dirintik hujan, berteman payung, menyusuri jalan bertanah dan berlumpur disiram hujan. Bersama rombongan melangkah pasti, melihat langsung kondisi jalan. Lebih baik melihat dengan mata kepala satu kali, daripada mendengar laporan bawahan 1000, prinsip yang digenggam erat dalam menjalankan amanah yang diberikan
Baginya, turun kelapangan bertujuan untuk meninjau secara langsung kondisi eksisting ruas jalan, mengidentifikasi kebutuhan penanganan, serta menjadi dasar dalam penyusunan perencanaan pembangunan dan pemeliharaan jalan yang lebih tepat sasaran.
Sebab, monitoring lapangan merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mewujudkan infrastruktur jalan yang mantap, aman, dan mampu mendukung konektivitas antarwilayah serta pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Harapan Kadis yang dekat dengan berbagai kalangan ini, termasuk kalangan media, melalui peninjauan langsung di lapangan, diharapkan setiap program penanganan jalan dapat disusun berdasarkan kondisi riil. Sehingga memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Semoga. Nv


