
Samaso pucuak manjulang tinggi
Mako hinggok si buruang Alang
Batanyo juo galanggang rami
Apo bana sejarah panjek pinang
Tabang malayok si Buruang Bondo
Hinggok di rantiang batang Jambu
Samaso nagari ko dijajah Balando
Panjek pinang mamparingati ulang tahun ratu
Jikok elok nasibnyo batang
Diambik urang ka kayu api
Urang Balando bahati sanang
Mancaliak barabuik hadiah rang pribumi
Sapantun bana ka badan diri
Hiduik bagaluik jo angan angan
Tahun batuka musim baganti
Kini panjek pinang manyambuik kemerdekaan
Banyak kisah mengiringi sejarah Panjat Pinang yang mewarnai Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI. Beragam cerita, berbagai versi munculnya permainan Panjek Pinang ini.
Sejarah juga menceritakan, panjat pinang dikenal juga dengan nama Qiang gu pada zaman Dinasti Ming (1368 – 1644). Permainan ini populer di Wilayah Cina bagian selatan, seperti Fukien Guoangdong dan Taiwan.
Namun, perlombaan ini, sempat dilarang pada masa pemerintahan Dinasti Wing (1636 – 1912). Alasannya, menyebabkan banyak korban jiwa. Kisah berlanjut semasa Jepang menduduki Taiwan 1899.
Pinjat pinang kembali populer diadakan dalam acara tahunan Festival Hantu. Tidak saja memanjat pinang, juga menaiki satu bangunan yang terbuat dari pohon pinang dan kayu setinggi gedung bertingkat empat
Beda Acara di Zaman Penjajahan Belanda
Lain lagi cerita ketika panjat pinang masuk ke Indonesia. Pada masa penjajahan Belanda 1920 hingga 1939, panjat pinang menjadi acara hiburan penjajah melihat pribumi berebut hadiah.
Biasanya, diselenggarakan menyambut ulang tahun Ratu Belanda, Wilhelmina Helena Pauline Maria Van Orange – Nassau, setiap 31 Agustus. Panjat pinang semasa itu, disebut juga De Klimmast memiliki arti memanjat tiang.
Hadiah yang diperebutkan, bahan pokok, seperti beras, roti, gula, tepung dan pakaian. Bagi pribumi, hadiah diperebutkan itu, merupakan barang mewah saat hidup serba susah
Bagi penjajah, ini menjadi hiburan dan bahan tertawaan kepada pribumi yang jatuh dan terus berjuang mencapai ujuang tiang. Inipun diadopsi dan diadaptasi menjadi bagian perayaan kemerdekaan
Semangat Pantang Menyerah
Walau panjat pinang berawal dari dari masa penjajah, masyarakat Indonesia berhasil mengubah maknanya, menjadi tradisi semangat pantang menyerah, kebersamaan dan nilai gotong royong, demi mencapai tujuan
Panjat pinang, tidak hanya menjadi satu perlombaan mengisi kemerdekaan, juga menghadirkan hiburan bagi masyarakat dan mempererat kebersamaan. Kerjasama dan sama sama kerja menaklukkan batang pinang yang licin untuk menuju puncak.
Tersimpan makna, perjuangan untuk meraih kemenangan, tak bisa sendirian. Kerjasama, kekompakan dan semangat pantang menyerah, menjadi kunci sukses meraih impian. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Bersama kita bisa. Ya, kira kira itu yang dapat dipetik dari panjat pinang.
Penulis
Novri Investigasi


