
PADANG, INVESTIGASI_Luar biasa dan pantas kita bangga. Kabar bahagia menyelimuti sepakbola Ranah Minang, Yulius Dede menerima penghargaan dari PSSI. Bukan tanpa alasan, 35 tahun waktu yang panjang mendedikasikan diri di lapangan hijau
Membanggakan lagi, Yulius Dede satu satunya wakil Sumatera Barat yang menerima undangan untuk menerima penghargaan atas dedikasinya, baik untuk sepak bola Sumatera Barat maupun Nasional.
Bicara Yulius Dede bagi publik Sumatera Barat mungkin sudah tidak asing lagi. Mantan wasit senior asal Sumatera Barat tersebut baru saja mendapatkan penghargaan atas didikasinya di dunia sikulit bundar.
Apresiasi ini diberikan kepada Yulius Dede atas pengabdian di dunia sepak bola hampir 35 tahun.
Mantan anggota TNI AD yang hampir sepanjang hidupnya menghabiskan waktu untuk sepak bola. Pantas ia mendapatkan apresiasi dari PSSI pusat.
Ia juga mendapatkan undangan menghadiri lonching
pembukaan BRI Super League 2026/2027. PSSI bersama PT Liga Indonesia Baru memberikan penghargaan khusus kepada Yulius Dede, Match Commissioner / Pengawas Pertandingan. Asal Provinsi Sumatera Barat
Yulius Dede telah menjadi bagian penting dalam perjalanan sepakbola Indonesia. , Komitmen, loyalitas dan kerja kerasnya menjadi teladan bagi kita semua. Mari kita berikan apresiasi setingi- tingginya untuk pengabdian yang luar biasa ini
Penghargaan diserahkan secara langsung pada laga pembuka antara Bali United vs PSS Sleman di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Ketua Umum I PSSI Bapak Zainudin Amali, Wakil Ketua Umum II Ibu Ratu Tisha Destria, dan Sekretaris Jenderal PSSI Bapak Yunus Nusi.
Turut mendampingi para Anggota Exco PSSI, Direktur Utama PT LIB Bapak Ferry Paulus, serta General Manager of Competition Operation Bapak Roni Suatri.
Acara berlangsung dengan sangat meriah. Sebagai bentuk apresiasi dan doa, PSSI juga memberikan hadiah berupa paket pemberangkatan umroh ke Tanah Suci
Wajar loyalitas, pengabdian dan pengorbanan di sepanjang hidupnya untuk sepak bola mendapatkan apresiasi dari PSSI pusat.
Hal tersebut menjadi pelajaran hidup bagi insan sepak bola, PSSI pusat tidak tinggal diam, PSSi pusat turut memperhatikan loyalitas pengabdian, integritas, seseorang dalam memberikan kontribusi buat sepak nasional.
Herman jetar


