
TANAH DATAR, INVESTIGASI – Harapan masyarakat untuk kembali menikmati akses transportasi yang lancar di ruas jalan Batusangkar–Ombilin, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, terus tumbuh seiring berlanjutnya pembangunan Jembatan Panti.

Jembatan yang menjadi penghubung penting antara Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok tersebut rusak parah akibat terjangan banjir bandang (galodo) pada 2024. Sejak saat itu, masyarakat harus mengandalkan jembatan darurat untuk menunjang mobilitas sehari-hari.
Hampir dua tahun menghadapi keterbatasan akses, warga kini menaruh harapan besar agar pembangunan jembatan permanen dapat segera diselesaikan.
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi proyek, Sabtu (7/11/2026), pekerjaan pembangunan Jembatan Panti terlihat terus dipacu. Aktivitas pengerjaan di lapangan berlangsung sebagai upaya percepatan agar infrastruktur penghubung tersebut segera rampung dan dapat kembali dimanfaatkan masyarakat.
Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Heri Rafles, menyampaikan bahwa berdasarkan data hingga 1 November 2026, progres fisik pembangunan telah mencapai 48,83 persen. Capaian tersebut melampaui target rencana sebesar 39,50 persen atau lebih cepat 9,33 poin persentase dari target yang ditetapkan.
Pengawasan Pembangunan Dilakukan Berkala
Heri menjelaskan, pemeriksaan dan evaluasi terhadap perkembangan pekerjaan dilakukan secara rutin setiap minggu. Pengawasan tersebut mencakup pencermatan laporan konsultan pengawas serta pencocokan dengan kondisi riil di lapangan.
Pengendalian pekerjaan juga meliputi pengukuran atau opname hasil pekerjaan dan pemeriksaan mutu melalui laboratorium untuk memastikan kesesuaian kuantitas maupun kualitas konstruksi.
Terkait aktivitas di lokasi, Heri menjelaskan bahwa pada 2 November 2026 terdapat pekerjaan pemasangan bekisting pada badan abutment. Hal tersebut juga telah dikonfirmasi kepada staf teknik CV Nadha Permata selaku kontraktor pelaksana.
Menurutnya, seluruh tahapan pekerjaan terus diarahkan agar pembangunan dapat diselesaikan sesuai ketentuan kontrak.
Warga Berharap Pembangunan Segera Rampung
Di tengah berlangsungnya pembangunan, masyarakat sekitar berharap Jembatan Panti dapat segera difungsikan kembali sehingga aktivitas transportasi berjalan lebih lancar.
Ni Nun, warga yang tinggal kurang dari 100 meter dari lokasi pembangunan, mengatakan kerusakan jembatan akibat bencana galodo pada 2024 telah memengaruhi aktivitas masyarakat.
Menurutnya, sistem buka-tutup kendaraan di jembatan darurat kerap menyebabkan antrean. Selain itu, kondisi jalan di sekitar proyek juga menjadi tantangan tersendiri bagi warga.
“Kami berharap cepat selesai dibangun. Dengan demikian, akses jalur ini kembali lancar. Karena kondisi saat ini sangat meresahkan,” katanya saat ditemui di kediamannya, Jumat (30/10/2026).
Ia juga mengungkapkan kondisi jalan yang kurang nyaman ketika hujan maupun saat cuaca panas.
“Kalau hujan pasti becek. Bila cuaca panas, debu mengepul dan mengganggu pernapasan serta penglihatan,” ungkapnya.
Infrastruktur Strategis Penunjang Ekonomi Masyarakat
Berdasarkan papan informasi proyek, pembangunan Jembatan Panti dikerjakan oleh CV Nadha Permata dengan nilai kontrak Rp11.383.587.500 yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Barat.
Proyek tersebut memiliki waktu pelaksanaan 173 hari kalender sejak kontrak ditandatangani pada 9 Juli 2026.
Rampungnya pembangunan jembatan ini diharapkan tidak hanya memulihkan konektivitas antara Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok, tetapi juga memperlancar arus kendaraan serta mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, perdagangan, dan mobilitas masyarakat.
Warga pun berharap pembangunan berjalan lancar hingga selesai sehingga akses yang selama ini dinantikan dapat kembali normal dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Dion


